Agam, Prokabar — Lima hari sudah peristiwa banjir bandang melanda Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian Rabu malam (20/11) tersebut sempat membuat jalan lumpuh total. Ketinggian material mencapai 5 meter. 2 unit rumah rusak total, 3 unit rumah rusak berat dan 9 unit rumah rusak sedang. Sementara itu, 1 unit mesjid Istigfar rusak berat dan 1 unit MDA juga rusak berat.
Di hari kelima ini, Proses pembersihan material tetap berlanjut, dan dipimpin Kalak BPBD Muhammad Lutfi, didampingi Kasat Satpol PP dan Damkar, Kurniawan Syahputra, Kadis Sosial, Rahmi Artati, Camat Tanjug Raya, Handria Asmi, Danramil 05 Tanjung Raya, dan Kabid KL BPBD agam, Syafrizal.
“Proses pembersihan dilakukan tim gabungan Satgas BPBD Agam bersama BPBD Kota Pariaman, Satpol PP dan Damkar, dan juga ada bantuan dari Damkar Se Sumbar, TNI, Kesbang Pol, Polri, PMI, KSB dan relawan kebencanaan lainnya. Proses pembersihan material masih difokuskan ke MDA, dan Rumah yang mengalami rusak berat dan rusak sedang,” ungkap Kalak BPBD Agam, Muhammad Lutfi kepada Prokabar.com, Senin (25/11).
Kalak menghimbau relawan kebencanan untuk tetap berhati-hati dalam melakukan pembersihan di lokasi bencana. “Jangan sampai kita yang melakukan pembersihan, terkena musibah akibat lalai atau tidak safety,” tegasnya.
“Alhamdulillah, hingga saat ini bantuan terus mengalir dan diserahkan ke Posko Tanggap Darurat. Bantuan baik dari instansi Pemerintahan, Swasta maupun masyarakat umum. Bantuan mulai dari logistik maupun uang tunai,” pungkasnya. (rud)
















