Daerah

Pasar Tradisional Agam Sepi, Gairah Ekonomi Masyarakat Loyo

Dibaca : 172

Agam, Prokabar – Perekonomian masyarakat terlihat merosot di awal Ramadhan 1442 Hijriyah ini. Kondisi tersebut tidak lepas dari berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.

Sejak wabah pandemi covid-19 pada Maret 2020 lalu, dilanjutkan sejumlah rangkaian kebijakan pembatasan sosial, sepertinya berdampak negatif pada kehidupan dan penghidupan masyarakat. Kondisi tersebut terlihat memperlambat perputaran keuangan di pasar tradisional. Konsumen didominasi ASN, namun kondisi pandemi covid-19 rupanya berdampak pula pada pegawai sipil itu.

“Kondisi saat ini sungguh sangat terasa sulit dan pahit. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang masih tidak banyak pembatasan aktifitas. Pandemi Covid-19 ini seakan-akan mencekik kehidupan kita,” ungkap Nanda (28), salah seorang ibu rumah tangga yang hendak berbelanja ke Pasar Tradisional Bayur, Jumat (16/4).

Eti (58) seorang ASN mengatakan turut merasakan kondisi sulit tersebut. Bersama suami yang beprofesi sebagai petani merasakan dampak berbagai kebijakan yang tidak terlalu menguntungkan saat ini.

“Sepertinya rantai perekonomian terasa renggang dan melambat. Karena sumber pendapatan kita terasa menurun. Kita tidak memahami kondisi ini agak terasa sulit. Meski demikian kami tetap bersyukur, masih bisa bertahan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Zaldin (40) pedagang Pakan Jum’at menjelaskan, biasanya awal Ramadan, terjadi lonjakan jual beli dari konsumen. Terutama memenuhi kebutuhan untuk mempersiapkan puasa tuo di awal Ramadan.

“Tahun ini terasa sepi dan tidak bergairah. Kita hanya bisa pasrah, berusaha tegar dan bertahan menghadapi kondisi ini,” terangnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top