Padang, Prokabar – Pasar Tanah Kongsi kini bersiap menjadi salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Kota Padang. Pasar ini akan terintegrasi dengan kawasan cagar budaya Kota Tua Padang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Gastronomi UNESCO.
Kepala UPTD Pasar Tanah Kongsi Dinas Perdagangan Kota Padang, Masrizal Raba’is, menyatakan hal tersebut pada Sabtu (27/6/2026).
Menurut Masrizal, Pasar Tanah Kongsi memiliki keunikan kuliner yang lahir dari akulturasi empat budaya, yaitu Minang, Tionghoa, India, dan Nias. Keberagaman ini tidak dapat ditemukan di pasar lain.
“Pasar Tanah Kongsi mempunyai beragam kuliner yang spesifik dan tidak ditemui di pasar lain. Di mana kuliner di sini dijual oleh empat suku yaitu Minang, Tionghoa, India, dan Nias,” ujar Masrizal Raba’is.
Pihak UPTD telah melakukan penataan ulang lapak pedagang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 tentang Pasar Rakyat. Sertifikat SNI telah diterima sejak 2025 dan menjadi acuan operasional pasar.
“Di situ sudah ada SOP penataan, baik itu dalam segi kebersihan, keamanan dan penataan zona-zonasi yang harus kita ikuti sesuai standar SNI,” jelasnya.
Ke depan, Pasar Tanah Kongsi akan memperkuat kerja sama dengan sektor pariwisata, khususnya kawasan Kota Tua yang berada di sekitarnya.
“Kami menargetkan untuk ke depannya bagaimana potensi wisata kuliner yang ada di Pasar Tanah Kongsi bisa kita kerja samakan dengan pariwisata, salah satunya yakni kawasan Kota Tua yang merupakan kawasan yang tergabung di Pasar Tanah Kongsi,” tambah Masrizal.
Dengan potensi kuliner yang kaya dan lokasi strategis, Pasar Tanah Kongsi diharapkan semakin menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Langkah ini sejalan dengan visi Pemko Padang untuk menjadikan kota sebagai destinasi gastronomi dunia.
















