Daerah

Pasar Raya Padang, Korea dan Walikota Mahyeldi

Dibaca : 257

Padang, Prokabar — Pasar Raya Padang padat sepadat-padatnya oleh masyarakat. Meski Kota Padang diguyur hujan Senin (2/6) siang. Semua sibuk mencari kebutuhan. Mulai dari sandal, sepatu, baju, celana, jam, jilbab, singlet, celana dalam, ikat pinggang, dompet, topi, kain gorden dan almuniumnya, sampai barang semahal emas.

Pokoknya, semua yang dijual di Pasar Raya dipenuhi konsumen. Seperti anak SD diberi kunci jawaban saat ujian. Diserbu.

Pantauan Prokabar.com, paling laris, kebutuhan kaum ibu. Terutama jilbab. Tidak putus-putus deretan pedagang kaki lima khusus jilbab dari pertigaan bundaran Air Mancur lama sampai Simpang Blok A. Semua tidak ada yang lengang.

“Masuak la Ni, caliak-caliak la lu. Banyak modelnyo,” sorak para pedagang.

Uniknya, barang-barang yang kata penjualnya berasal dari luar negeri, seperti Korea dan Malaysia paling diserbu pembeli. Ini salah satu trik menarik pembeli.

“Ini daya tarik tersendiri Pak. Kata distributornya dari Korea, ya kami bilang juga dari Korea kepada pembeli,” kata Rita, salah satu pedagang jilbab.

Ini sedikit keadaan di Pasar Raya Padang. Menariknya lagi, meski ramai dan padat, tidak terjadi kemacetan. Semua tertata rapi. Parkiran hingga lapak pedagang.

“Tidak boleh parkir sembarangan, Pak. Nanti kami ditegur pihak perhubungan,” kata Andi, salah satu juru parkir di depan Toko Emas Murni menertibkan pengendara yang hendak parkir.

Di sisi lain, lima tahun lebih kepemimpinan Walikota Mahyeldi dan wakilnya, Padang benar-benar tertib. Banyak perubahan ke arah lebih baik. Masyarakat berharap, kebaikan untuk Kota Padang bakal terus diwujudkan Mahyeldi di masa dua periodenya menjabat sebagai Walikota saat ini. (Ola).


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top