Agam, Prokabar – Maninjau salah satu nagari di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tepatnya di Salingka Danau Maninjau. Selain Maninjau ada juga Nagari Koto Kaciak, Koto Gadang, Bayua, Sungai Batang, dan Koto Baru.
Setiap nagari ada pasar tradisional sebagai pusat perekonomian dan perdagangan masyarakat. Setiap nagari, hari balai atau aktivitas pasar berbeda-beda pula. Dan dari dahulunya masyarakat salingka danau menyepakati perbedaan penetapan hari balai tersebut.
Bila di Maninjau hari balainya pada selasa pagi, pasar tradisional di Sungai Batang dan Koto Kaciak aktif pada hari Rabu. Nagari Bayua aktif dan ramai pada Jum’at pagi. Sedangkan Nagari Koto Baru pada hari Minggu pagi.
Seperti pasar lainnya, beragam kebutuhan hidup tersedia di sana. Baik kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder seperti peralatan dapur dan sebagainya.
Pedagang tidak hanya dari masyarakat setempat, juga ada dari Lubuk Basung, Matua dan Malalak. Mereka menjual hasil pertanian dan peternakan yang sudah digiatkan selama ini.
Camat Tanjung Raya, Handria Asmi menyebutkan hampir 90 persen masyarakat salingka danau adalah petani dan peternak. Seperti petani sawah, ladang, dan peternak ikan. Selain dijual ke pengumpul atay pedagang besar, hasil ladang dan sawahnya juga dijual langsung ke pasar tradisional salingka danau ini.
“Hampir sebagian besar masyarakat adalah petani ikan keramba, sawah dan peladang. Hasil pertanian dan peternakan tersebut di jual ke pasar tradisional. Sejak musim racun belerang dan rusaknya Danau Maninjau, peralihan mata pencarian sudah dimulai secara berlahan-lahan. Masyarakat kembali difokuskan berladang dan bertani sawah,” kata Handria Asmi.
Hal tersebut lanjutnya, juga berdampak pula pada aktivitas pasar tradisional di salingka danau. “Melalui dukungan perantau yang cukup baik, kita akan coba mengakomodir dengan maksimal. Pemkab Agam sudah melakukan berbagai pemberdayaan dan pelatihan dari program save maninjau dan Agam Madani. Untuk itu dukungan, kemauan dan tanpa kesadaran dari masyarakat Danau Maninjau itu sendiri, kesejahteraan tidak akan tercapai sesuai harapan,” tutup Camat Tanjung Raya. (rud)
















