Pasaman, Prokabar — Kabupaten Pasaman ternyata masih kekurangan petugas medis. Terutama dokter. Saat ini, jumlah penduduk Pasaman tercatat 317.520 jiwa dan memiliki dokter 80 orang, dengan jumlah dokter spesialis 13 orang.
Hal ini masih jauh dari target Nasional. Dimana per 100.000 penduduk seharusnya terdapat 42 dokter, dan per 100.000 penduduk terdapat 10 dokter spesialis.
“Artinya untuk pasaman ini dibutuhkan lebih kurang 120 dokter dan 30 dokter spesialis,” terang Ketua IDI Pasaman, Hamdi dalam seminar kesehatan dan seminar ilmiah di Lubuk Sikaping.
Dia berharap, pemenuhan kebutuhan tenaga medis khususnya dokter dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah baik melalui penerimaan PNS, PTT ataupun kontrak untuk memenuhi target kebutuhan.
Di sisi lain, seminar seputar kedokteran ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Bakhti Dokter Indonesia ke-111 IDI Cabang Pasaman.
Bupati Pasaman menyampaikan, dalam seminar ini, secara kuantitatif kasus stunting di Kabupaten Pesaman masih cukup tinggi. Ini perlu penanganan serius.
“Stunting ini sudah kita petakan locusnya ada dimana, kemudian latar belakang sosialnya seperti apa. Setelah itu akan ada action plan. Karena seminar ini diikuti oleh dokter se-Pasaman, camat, walinagari, PKK, GOW, serta seluruh stakeholder organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Pasaman,” kata Bupati Yusuf.
Bupati berharap masalah stunting ini menjadi persoalan serius karena tujuannya adalah mempersiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depannya. Jangan sampai anak-anak kerdil. “Tetapi yang paling penting adalah menyiapkan generasi yang sehat. Salah satu upayanya adalah menata lingkungan,” tukas Bupati Yusuf. (Ola)
















