Pasaman Darurat Kekerasan Terhadap Anak, Ini Sumbernya

Penulis -

Kamis, 6 September 2018 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kabupaten Pasaman ternyata darurat kekerasan terhadap anak. Banyak kasus yang terjadi. Mulai dari pencabulan terhadap anak, prostitusi terselubung yang pelakunya masih anak-anak, hingga tindakan kekerasan terhadap anak di dalam keluarga.

“Untuk Indonesia, Sumatera Barat menjadi nomor 3 provinsi terbanyak kasus pelaku kekerasan terhadap anak. Untuk tingkat Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman berada di peringkat 2 kasus kekerasan terhadap anak setelah Solok yang menduduki peringkat 1 terbanyak,” kata Neny Andriani, ahli psikolog Sumatera Barat sekaligus dosen UPI YPTK Padang, Kamis (6/9).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Teramat memprihatinkan memang kasus kekerasan terhadap anak ini. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Pasaman Neny mengajak peran aktif semua lini masyarakat untuk lebih sensitif atas kekerasan terhadap anak ini.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Sumber kekerasan terhadap anak itu berawal dari dalam internal keluarga. Salah anak sedikit langsung tampar langsung pukul. Jadinya, anak ini paham, kalau salah langsung dapat pukul. Sehingga kebiasaan ini, terbawa oleh si anak di kehidupan luar rumah. Hingga akhirnya jadi kenakalan, hisap lem sampai narkoba. Ujung-ujungnya berkelahi, tauran bahkan sampai tindakan pencabulan yang pelakunya masih anak-anak,” kata Neny.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Melalui seminar pencegahan kekerasan terhadap anak yang diusung DPPPA Pasaman ini, Neny berharap adanya inovasi serta tindakan yang kongkrit untuk pencegahan kekerasan terhadap anak. “Seperti di dunia pendidikan, melebihkan jam masuk khusus untuk guru bimbingan konseling. Memberi masukan atau penyuluhan khusus masyarakat seperti halnya spanduk,” tutup Neny. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB