Pasaman Bangkit Jago Lai Sampah Basalemak di Tengah Nagari

Penulis -

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Pasaman Bangkit, sudahi terlenanya. Jangan lengah-lengah dan sibuk menonjolkan pencapaian kinerja. Jago lai.

Sampah basalemak di Pasaman. Tak ada titik terang perihal pengelolaannya dari Dinas terkait setempat.

Mereka (dinas) seperti tidur-tidur ayam. Ada riak di tengah masyarakat, baru tung-lantang membersihkan.

Pantauan awak media di sejumlah kecamatan, sampah masyarakat tampak menumpuk di beberapa titik hingga berhari-hari.

Bahkan, beberapa waktu lalu, Bupati Pasaman Welly Suhery menemukan langsung sampah berserakan yang sudah menggunung di kawasan Pasar Inpres Tapus.

Selaku Bupati, ia langsung memerintahkan dinas terkait segera melakukan pembersihan dan penanganan secara menyeluruh.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ke depan, saya instruksikan agar pengelolaan kebersihan Pasar Inpres Tapus dilakukan secara rutin, terjadwal dan berkelanjutan,” kata Bupati di akun media sosialnya.

Ia tidak ingin persoalan yang sama kembali terjadi dan mengajak seluruh pedagang serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pasar.

“Pemerintah bertanggung jawab memastikan pelayanan berjalan baik, sementara kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama. Pasar bersih, pelayanan baik, masyarakat nyaman,” ucap Bupati Welly.

Hal yang sama juga terjadi di Pasar Kumpulan Nagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol.

Bak kontainer sampah yang sudah penuh dan tak kunjung diangkat, membuat sampah menjadi berserakan hingga ke sungai. Hal ini tentu membuat sungai menjadi tercemar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Belum lagi di pusat ibu kota Lubuk Sikaping. Sampah juga berserakan di sepanjang jalan Bypass dan pasar benteng Lubuk Sikaping.

Untuk yang di rumah-rumah warga, sampah juga diangkut paling cepat sekali dalam tiga atau empat hari.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas PRKPPLH Pasaman, Irwan Rudi beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa semuanya sesuai kemampuan sarana dan prasarana yang ada.

“Dalam waktu dekat kita buat pengumuman ke masyarakat, jadwal jalan apa dan hari apa saja sampahnya diangkat, dan setiap kendaraan kebersihan akan di beri nomor, agar mudah di identifikasi oleh masyarakat dan mudah untuk melaporkan bila ada petugas kita yg melakukan penyimpangan dalam bekerja. Sehingga bisa ditindaklanjuti segera,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Di sisi lain, petugas pengangkut sampah pun, sudah tidak lagi serutin dulu dalam pejemputan sampah. Nyaris satu minggu sekali baru melalukan penjemputan ke pemukiman warga. Alasannya, biaya operasional yang mandek. Tempat pembuangan sementara yang sudah membludak karena tak dibuang ke TPA oleh petugas mobil. Ketika ditelusuri, jawaban yang ditemukan di lapangan  masih sama, sesuai kemampuan. (RH)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB