Paparan Kabut Asap Makin Tebal Dinkes Pasaman Imbau Warga Waspada

Penulis -

Rabu, 9 September 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pasaman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan akibat kabut asap kiriman dari provinsi tetangga yang mencemari udara Pasaman.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Yong Marzuhaili mengatakan, saat ini kualitas udara di Kabupaten Pasaman mengalami penurunan beberapa hari terakhir akibat dampak kabut asap.

Menurutnya, paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan pada kulit.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan akibat kabut asap,” katanya, kepada awak media, Rabu (9/11).

Ia juga meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, lanjut usia, bayi dan balita.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Jika terpaksa harus beraktifitas diliar ruangan, kita menyarankan agar masyarakat menggunakan masker yang dapat menutup hidung dan mulut dengan baik, seperti masker medis atau N95,” harapnya.

Lebih jauh Ia menerangkan, masker digunakan untuk mencegah partikel kabut asap masuk ke dalam saluran pernapasan.

Selain itu, masyarakat diminta menutup akses masuknya asap ke dalam rumah atau ruangan. Warga juga dianjurkan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia juga mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, mata perih atau kulit gatal.

“Masyarakat bisa menghubungi Puskesmas, Pustu maupun klinik terdekat jika mengalami gangguan kesehatan akibat kabit asap ini,” katanya. (RH)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB