Pasaman, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pasaman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan akibat kabut asap kiriman dari provinsi tetangga yang mencemari udara Pasaman.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Yong Marzuhaili mengatakan, saat ini kualitas udara di Kabupaten Pasaman mengalami penurunan beberapa hari terakhir akibat dampak kabut asap.
Menurutnya, paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan pada kulit.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan akibat kabut asap,” katanya, kepada awak media, Rabu (9/11).
Ia juga meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, lanjut usia, bayi dan balita.
“Jika terpaksa harus beraktifitas diliar ruangan, kita menyarankan agar masyarakat menggunakan masker yang dapat menutup hidung dan mulut dengan baik, seperti masker medis atau N95,” harapnya.
Lebih jauh Ia menerangkan, masker digunakan untuk mencegah partikel kabut asap masuk ke dalam saluran pernapasan.
Selain itu, masyarakat diminta menutup akses masuknya asap ke dalam rumah atau ruangan. Warga juga dianjurkan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
Ia juga mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, mata perih atau kulit gatal.
“Masyarakat bisa menghubungi Puskesmas, Pustu maupun klinik terdekat jika mengalami gangguan kesehatan akibat kabit asap ini,” katanya. (RH)
















