Agam, Prokabar – Terjadinya dugaan isu Black Champaign yang beredar di tangah masyarakat sekaligus masuknya laporan salah satu calon Walinagari karena merasa dirugikan, Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Walinagari (Pilwana) Sungai Batang bergerak cepat, Rabu (3/11).
Laporan masuk langsung ditanggapi dengan mempertemukan terlapor dengan pelapor.
Dalam hal ini pihak pelapor dari Tim Sukses (Timses) Calon Walinagari Nomor 5. Sedangkan terlapor dari pihak Timses Calon Walinagari nomor 3.
“Kami menyikapi dengan penuh kehati-hatian dan ketelitian. Mendapati laporan dengan sejumlah sumber informasi awal untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut. Disimpulkan, pihak terlapor dan pelapor harus segera dimediasi sesegera mungkin,” ungkap Ketua Panwas Pilwana Sungai Batang, Zul Ikhwan didampingi dua orang anggota, Rabu malam (3/11).
“Alhamdulillah, pertemuan akhirnya dapat tercapai setelah melakukan pendekatan persuasif terhadap kedua belah pihak. Kami sangat bangga dan senang sikap kooperatif kedua belah pihak,” tuturnya.
Dalam proses mediasi dan klarifikasi isu dugaan Black Champaign itu, Ketua Panwas Pilwana Sungai Batang langsung memimpin pertemuan tersebut. Ikut dihadiri Panitia Pelaksana Pilwana dan Pemerintah Kenagarian Sungai Batang.
“Lokasi pertemuan, kita laksanakan di ruangan Kantor Walinagari Sungai Batang, Rabu malam (3/11) sehari sebelum proses pemilihan. Alhamdulillah, sikap kedewasaan dan keteladanan semua tokoh tersebut memberikan kami contoh yang sangat arif dan bijaksana,” ulasnya.
Kejadian berawal adanya kegiatan kampanye dari Timses nomor 3 di Jorong Data Kampung Dadok, Minggu (31/10) lalu. Pada pertemuan itu diduga terlapor R, selaku Ketua Timses menyebutkan pengalaman masa bencana longsor pada 26 Januari 2013 lalu.
Terkait kekecewaan bantuan bencana longsor yang mencapai miliaran rupiah yang diambil alih Pemerintah Daerah Kabupaten Agam. Dan terselip atau menyeret nama Calon Walinagari Nomor 5, Ahsin Datuak Bandaro Kayo yang pada saat itu menjabat Walinagari Sungai Batang.
Informasi itu langsung merebak liar ke tengah masyarakat, dan langsung sampai ke timses Calon Walinagari Nomor 5. Tidak terima adanya dugaan black campaign atau kampanye hitam, dan merugikan nama baik kandidatnya, Ferry Mustafa selaku Ketua Timses langsung melakukan penelusuran ke sejumlah pihak.
“Timses Calon Walinagari Nomor 5 mendapati sejumlah bukti saksi dan dokumen, dan langsung menemui kami. Laporan itu kemudian kembali dilacak kebenarannya dengan mencari sejumlah Sakai. Selanjutnya, mediasi dan klarifikasi menjadi solusi terbaik,” terangnya.
Setelah dilakukan pendekatan persuasif, akhirnya pertemuan dapat tercapai. Dalam pertemuan itu, semua pihak sangat tenang menyampaikan aspirasi, laporan atau berita diterima. Sama-sama sabar memanggapi dari masing-masing pesan yang disampaikan.
Dalam pertemuan itu, dapat benang merah terjadinya kekeliruan dan kesalahan penyampaian dari terlapor. Sehingga merebak isu atau informasi yang menyudutkan dan merugikan pelapor. Dan akhir puncak pertemuan, kedua pihak sudah saling memaafkan dan pihak terlapor menyadari kesalahannya.
“Kami sangat senang Pilwana Badusanak Sungai Batang terjaga dengan baik, berkat kedewasaan dan arif bijaksana dari Tokoh-tokoh Ninik Mamak tersebut. Kamikaze bangga dan menjadi motivasi serta teladan untuk kita contoh kedepannya,” tutup Ketua Panwas Pilwana Sungai Batang. (rud)
















