Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pantau Pelaksanaan Ibadah Ramadan, Pemkab Agam Turunkan 16 Tim

Dibaca : 154

Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat membentuk 16 Tim Ramadan yang mengunjungi 40 masjid. Masing-masing tim diketuai oleh unsur Forkopimda, Forum Diskusi Politik, Sekretaris Daerah, dan Asisten Sekretariat Daerah.

Tim bertugas melakukan monitoring pelaksanaan ibadah Ramadan di seluruh nagari dan kecamatan di Kabupaten Agam.

Berbeda dari sebelumnya, tahun ini selain melaksanakan monitoring, tim juga mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat. Tim berdialog langsung dengan para pengurus masjid, musala, dan surau sehubungan dengan PSBB dan penanganan Covid-19.

Terkait kepatuhan pelaksanaan PSBB, Bupati Agam Indra Catri mengakui, walau jumlahnya tidak begitu banyak, namun masih ada beberapa tempat ibadah yang melaksanakan salat jumat dan tarawih berjemaah.

Indra Catri menyatakan, Tim Monitoring Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1441 H Kabupaten Agam, tidak bosan-bosannya menyampaikan kepada pengurus masjid/musala serta para jemaah agar bisa menahan diri serta mematuhi imbauan dan maklumat dari MUI dan Kementerian Agama. “Untuk tahun ini, mari kita melaksanakan salat jumat dan tarawih di rumah masing-masing,” ujarnya dilansir Prokabar dari MC Agam, Selasa (28/4).

Selain bertemu dengan pengurus Masjid, Tim Monitoring Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1441 H Kabupaten Agam juga meninjau ke pasar tradisional atau pasar nagari, dan berdialog dengan pengurus pasar perihal penerapan protokol penanganan Covid-19 yang mesti dilaksanakan oleh masyarakat.

Terkait penyelenggara pasar tradisional yang tidak mengindahkan protokol penanganan Covid-19 secara maksimal, Bupati Indra Catri mengaku sangat khawatir. “Kita harus berkaca pada kasus yang terjadi di Pasar Raya padang serta Pasar Payakumbuh. Akibat tidak menaati aturan social dan physical distancing, puluhan pedagang Pasar Raya Padang dinyatakan positif Covid-19, beberapa hari Pasar Raya ditutup, begitu juga dengan Pasar Payakumbuh,” imbuh Indra Catri.

Supaya hal yang sama tidak terjadi di Kabupaten Agam, Indra Catri memerintahkan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19, agar lebih tegas lagi dalam penerapan PSBB ini di lapangan.

Lebih lanjut disampaikan, saat ini setidaknya terdapat 4 filter untuk menghambat penyebaran Covid-19, yaitu pos pemantauan perbatasan provinsi, pos pemantauan kabupaten, pos pemantauan nagari, dan kesadaran dari masyarakat untuk menerapkan aturan social dan physical distancing.

“Walapun sudah ada pos pantau provinsi dan kabupaten, namun pemerintah nagari dan masyarakat tetap garda terdepan pemutus penyebaran Covid-19. Untuk itu diminta agar pemerintah nagari dan seluruh masyarakat Agam memperkuat ketangguhan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan semakin tangguhnya nagari, insya allah transmisi penyebaran Covid-19 di tingkat lokal, dapat ditekan mendekati zero,” ujar Indra Catri.

Ketua Harian GTP2 Covid-19 Agam Martias Wanto menjelaskan bahwa, ormas dan lembaga keagamaan Islam Kabupaten Agam dalam rapat bersama Kementerian Agama Kabupaten Agam, telah bersepakat untuk mendukung PSBB di Kabupaten Agam.

“Pada 20 April 2020, Ormas dan Lembaga Keagamaan Islam Kabupaten Agam sepakat mendukung sepenuhnya Pelaksanaan PSBB. Ini berarti, kegiatan ibadah berjemaah di masjid dan musala dialihkan ke rumah masing-masing,” ujar Martias Wanto.

Dia menambahkan, jika transmisi lokal penyebaran Covid-19 bisa dihambat, Kabupaten Agam relatif lebih aman. “Masyarakat Agam akan aman jika tidak ada yang datang membawa virus dan juga tidak ada yang pergi menjemputnya. Sehingga kita mempunyai waktu lebih untuk merancang fase recovery pasca Covid-19 ini. Basamo awak lawan corona,“ tutup Martias Wanto. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top