Daerah

Pansus II DPRD Agam Evaluasi Program Nagari Madani

Dibaca : 117

Agam, Prokabar – Agam Madani, Gerakan Nagari Madani melalui Agam Madani Kabupaten Agam menjadi sorotan dari Tim Pansus II DPRD Kabupaten Agam. Hal itu melalui kunjungan ke Nagari Lawang dan Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Rabu (12/4).

Tim Pansus II DPRD Agam, dipimpin Zulpardi, bersama Guswardi, Syafril, Zulfahmi, Mardisal Athan, Doddi ST, Antonis, Aderia dan Nesi Harmita. Evaluasi program itu turut didampingi Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran.

Zulpardi menyebutkan Nagari Lawang dan Nagari Tigo Balai menjadi percontohan dalam Program Nagari Madani. Sehingga perlu kajian kembali sejauh mana tingkat capaian terhadap keberhasilan program itu sendiri. Terutama implementasinya di kehidupan sehari-hari dalam masyarakat.

Untuk mengetahui secara detail, dilakukan Panitia Khusus dalam hal ini, Zulpardi dan kawan-kawan dipercaya di Tim Pansus II untuk melakukan pembahasan awal LKPj atau Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2020.

Camat Matur, Edo Aipa Pratama sendiri menjelaskan terjadinya kemunduran program gerakan Agam Madani dari beberapa tahun belakangan. Dikarenakan terjadinya penumpukan beban tugas dari kenagarian. Terutama dampak pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Agam.

Meski demikian, semangat masyarakat untuk meningkatkan nilai keagamaan selama pandemi Covid-19 masih terbilang baik. Awal penerapan protkes (Protokol Kesehatan) atau Phycal Distancing saat melaksanakan ibadah di setiap nagari, sempat berdampak dan berpengaruh.

“Persoalan Nagari Madani sesungguhnya sudah berjalan baik di tengah masyarakat. Namun banyak tidak terdokumentasikan, sehingga terlewatkan dalam pemaparan dan ekspos,” ungkap Camat Matur.

Di sisi lain, terjadinya pemangkasan atau refocusing anggaran dampak pandemi Covid-19. Sehingga menurunnya anggaran dana desa untuk Program Nagari Madani. Swadaya masyarakat lebih menonjol.

“Pendukung 50 persen anggaran dana nagari, belum optimal terlaksana. Seperti Pelatihan untuk guru-guru mengaji, pengurus masjid, beserta imam, khatib dan garin,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran menegaskan kunjungan Pansus II DPRD Agam merupakan menjawab kepastian terhadap efektifitas anggaran yang akan dianggarkan, terutama Program Nagari Madani atau Agam Madani.

“Dari evaluasi dan kunjungan lapangan ini, kami akan melihat adakah perubahan dan peningkatan keimanan serta ketaqwaan masyarakat. Contoh, saat muazin azan, adakah masyarakat yang ada di lapau atau di rumah bergerak ke mesjid. Atau adakah peningkatan guru mengaji meningkat, sehingga ilmu keagamaan dan pengetahuan murid pun turut meningkat,” terang Irfan Amran.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top