Panen Perdana Padi Organik di Pessel, Ini Curhat Petani Pada Gubernur

Penulis -

Minggu, 15 Agustus 2021 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Painan, Prokabar — Potensi sawah yang dikelola secara organik di Sumatera Barat (Sumbar) masih terbuka luas. Selain karena kondisi alam Sumbar sangat mendukung sistem pertanian organik, luas baku lahan sawah yang dibudidayakan secara organik masih sangat minim.

Dari total luas bahan baku sawah Sumbar sebesar 194.281,79 Ha, baru seluas 311,187 Ha atau baru sebesar 0,16 persen dari total luas baku lahan sawah yang telah dibudidayakan secara organik.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat mengikuti Panen Perdana Padi organik Kelompok Tani Bunga Padi, Nagari Padang XI Punggasan Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (15/8).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Disampaikan gubernur, saat ini, pembangunan pertanian tidak saja diarahkan kepada pertanian yang mendapatkan hasil atau produksi yang tinggi, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek lainnya terutama aspek kesehatan dan aspek lingkungan.

“Dari aspek kesehatan kita dituntut untuk dapat menyediakan pangan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Hal ini bisa dicapai apa bila bapak/ibu mau dan mampu untuk menerapkan praktek budididaya pertanian yang bijaksana. Kebutuhan beras organik juga semakin tinggi,” kata Mahyeldi.

“Pupuk organik akan dibantu, termasuk alat panen (combine harvester) dan benihnya. Upayakan tanam serentak panen serentak juga. Pertanian organik ini banyak keuntungannya, bisa 3 kali panen, berasnya bagus dan sehat,” sambung Buya Mahyeldi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ketua Kelompok Tani Bungo Padi, Afendi, berharap kedepan agar dibangun saluran irigasi permanen sehingga pertanian organik ini bisa berkembang.

“Alhamdulillah hasil panen padi organik kita cukup memuaskan. Soal pupuk tidak ada kendala, hanya saja permasalahan irigasi belum ada yang permanen. Jalan usaha tani juga belum memadai, sehingga biaya angkut padi jadi tinggi,” kata Afendi.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Bupati Pessel Rusma Yul Anwar yang turut mendampingi gubernur menyatakan pihaknya akan kami mengupayakan pembangunan irigasi tersebut, dimulai dengan pembebasan lahan. “Kalau pembebasan lahan nanti sudah tuntas, kami minta bantu provinsi untuk pembangunan irigasinya,” ujar Rusma.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menjawab keinginan petani dan bupati, gubernur minta agar pembebasan lahannya segera dituntaskan secara baik dengan melibatkan unsur-unsur tokoh masyarakat, wali nagari serta wakil rakyat.

“Untuk irigasi agar disiapkan pembebasan lahannya, dengan mengajak ninik mamak, anggota dewan dan tokoh nagari. siapkan datanya secara baik, insyaallaah bisa selesai. Jika pembebasan lahan sudah selesai, tentu pembangunan irigasi yang diusulkan melalui dana APBN akan diprioritaskan,” terang Buya Mahyeldi. (rel)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB