Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pandemi, Usaha Binaan Semen Padang “Roti Srimadona” Tetap Bertahan

Dibaca : 148

Pariaman, Prokabar — Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) menghadapi berbagai masalah di masa pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya, penurunan angka penjualan yang disebabkan rendahnya daya beli masyarakat.

Berbeda dengan pabrik roti Srimadona yang beralamat di Simpang Apar, Pariaman Utara, Kota Pariaman. Kondisi pandemi rupanya tak mempengaruhi produksi roti, dimana Amrizal pemilik pabri masih bisa memproduksi sekitar100 ribu roti.

“Alhamdulillah, usaha roti kami tetap bertahan. Omset penjualan sebulan sekitar Rp50 juta,” kata Amrizal yang merupakan pelaku UMKM binaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Jumat (2/10).

Amrizal menuturkan bahwa usaha roti Srimadona ini memproduksi aneka roti malabar yang terdiri dari lima varian rasa.
Dalam sehari, kata dia, sebanyak 5000 roti diproduksi dari dapur roti Srimadona.

“Saat ini ada 6 orang karyawan saya. Karyawan saya masih keluarga, dan mereka selain membantu saya memproduksi roti, juga ikut membantu pemasaran roti. Pasar roti Srimadona ini tidak hanya di Kota Pariaman , tapi juga di sekitar Padang Pariaman dan Lubuk Basung,” ujarnya.

Bagi Amrizal tidak mudah untuk mengembangkan usaha roti Srimadona. Bahkan, pada era reformasi tahun 1998, usaha roti Srimadona sempat bangkrut karena krisis moneter yang berdampak kepada melonjaknya harga bahan baku. Tidak hanya Itu , dampak krisis moneter tersebut, ia juga terpaksa menutup usaha roti Srimadona.

“Selama 10 tahun Srimadona tutup, saya fokus ke usaha bengkel sepeda motor,” bebernya.

Perkembangan usaha roti tidak terlepas dari dukungan CSR PT Semen Padang yang memberikan pinjaman modal usaha sebesar Rp6,5 juta pada tahun 1996. Uang sebesar yang nilainya cukup besar ketika itu, dimanfaatkan untuk memperbesar tungku pembakaran roti, seiring meningkatnya permintaan roti di pasaran.

Namun sayang, belum sampai dua tahun menjadi binaan CSR Semen Padang, krisis moneter melanda usahanya.

“Saya kesulitan membayar cicilan pinjaman ke CSR Semen Padang. Cicilan baru saya lunasi pada awal tahun 2000-an. Setelah pabrik roti Srimadona kembali dibuka pada 2008, saya pun harus berjuang keras untuk membuat usaha roti Srimadona kembali eksist seperti sebelumnya,” katanya.

Perlahan-lahan namun pasti, pabrik roti Srimadona milik ayah enam orang anak itu kembali bangkit. Pada tahun 2013, Amrizal kembali mengajukan pinjaman ke CSR Semen Padang sebesar Rp30 juta. Permohonan pinjamannya disetujui dan dimanfaatkan unuk membeli bahan baku dan kebutuhan pabrik roti Srimadona.

“Terhitung sejak 1996 hingga sekarang, sudah empat kali saya dapat pinjaman modal usaha dari Semen Padang. Terakhir tahun 2018, saya dapat pinjaman modal sebesar Rp70 juta. Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari UMKM binaan CSR Semen Padang,” ungkap suami dari Nursida itu.

Sejak menjadi UMKM binaan CSR Semen Padang, tambah Amrizal, tidak hanya pinjaman modal usaha yang didapat, tapi dirinya juga mendapat pembekalan tentang pengelolaan manajemen usaha, termasuk manajemen keuangan. Dan berkat dari pembekalan tersebut, kemajuan usahanya sejalan dengan peningkatan asetnya.(rls/eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top