Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pandemi, Hewan Kurban di Agam Mencapai 5.347 Ekor

Dibaca : 233

Agam, Prokabar — Perayaan Hari Besar Idul Adha 1441 Hijriah tetap semangat dilaksanakan umat muslimin di Kabupaten Agam, Sumatera Barat meski ditengah pandemi Covid-19. Kondisi krisis ekonomi, sosial dan pendidikan yang sempat melanda tidak mengurangi tingkat ibadah masyarakat, dalam menunaikan ibadah kurban.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Agam, jumlah hewan kurban tahun 2020 ini mencapai 5.347 ekor. Dibanding tahun lalu memang sedikit terjadi penurunan dengan jumlah 5.615 ekor.

“Memang terjadi penurunan jumlah hewan kurban tahun ini. Hal itu wajar karena kita sedang dihadapkan musibah pandemi covid-19. Seluruh aspek kehidupan terutama perekonomian kita sedang terganggu karenanya. Meski demikian, bisa kita lihat semangat masyarakat Di ranah maupun diperantauan sangat semangat untuk beribadah dan berbagi di Idul Adha 1441 Hijriah ini,” ungkap Bupati Agam, Indra Catri usai melaksanakan penyembeliah di Masjid Nurul Falah, Padang Baru, Lubuk Basung, Sabtu (1/8).

Secara rincian, jumlah hewan kurban sapi tahun ini mencapai 5.162 ekor. Kambing berjumlah 182 ekor dan kerbau berjumlah 3 ekor. Dibanding tahun lalu, hewan kurban sapi dan kerbau sebanyak 5.441 ekor dan Kambing sebanyak 174 ekor.

Jika harga satu ekor sapi rata-rata Dua Belas Juta Tujuh Ratus Ribu rupiah perekornya, diperkirakan peredaran uang dari transaksi perdagangan itu mencapai Enam Puluh Tujuh Milyar Rupiah. Itu baru untuk hewan kurban sapi saja.

“Kita sangat apresiasi peran serta masyarakat dan perantau yang tetap menunaikan ibadah qurban. Ini menunjukan kesolehan sosial dan individual yang tinggi ditengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kondisi sulit masyarakat Agam tetap berkorban. Ini sekaligus menunjukan bahwa fondamental ekonomi masyarakat kita, khususnya sektor pertanian cukup tangguh menghadapi imbas pendemi covid-19.

“Ibadah kurban merupakan refleksi taqwa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Serta pada saat yang sama memberi dampak sosial kepada sesama umat muslim,” terangnya.

Setelah melaksanakan sholat berjemaah Idul Adha 1441 Hijriah sehari sebelumnya, kini dilangsungkan penyemblihan. Hakikatnya membuang sifat buruk kehewanan yang ada dalam diri manusia. Sehingga menjadikan insan hamba Allah sejatinya.

“Inilah saatnya kita memperkecil kesenjangan sosial dengan memperluas silahturahim dan berbagi daging yang telah kurbankan. Keikhlasan dan ketulusan adalah kunci keridhoaan-NYA. Dalam momentum ini, semoga kita mendapatkan keberkahan dan kebaikan untuk dimasa akan datang,” pungkas Bupati Agam, Indra Catri. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top