Padang, Prokabar- Semen Padang Hospital (SPH) terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang berobat. Inovasi dan semangat baik oleh rumah sakit di bawah Yayasan Semen Padang ini adalah layanan Telemedicine.
Telemedicine sendiri merupakan layanan konsultasi medis online yang memungkinkan dokter atau tenaga medis memberikan pelayanan dari jarak jauh.
“Manfaat layanan ini yaitu pasien tidak perlu datang langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan konsultasi medis. Melalui konsultasi online, risiko paparan COVID-19 juga lebih rendah dibandingkan konsultasi langsung di rumah sakit karena tidak harus ikut mengantri dan menunggu bersama dengan pasien lainnya,” kata Kepala Poliklinik dan MCU SPH, dr. Firza.
Adapun layanan kesehatan yang dapat diakses melalui Telemedicine diantaranya konsultasi online dengan dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dan dokter spesialis gizi.
Ia melanjutkan, di masa pandemi Saat ini, telemedicine cukup efektif untuk pemberian layanan medis.
“Hampir 80% diagnosa dapat ditegakkan melalui anamnesa atau wawancara medis dengan pasien. Apabila dibutuhkan pemeriksaan fisik lebih lanjut atau pemeriksaan penunjang, maka pasien akan dijadwalkan kembali untuk berkonsultasi langsung ke rumah sakit atau skrining di IGD,” jelas dr. Friza.
Untuk prosedur Layanan Telemedicine di Semen Padang Hospital sangat mudah sekali dilakukan. Pasien cukup melakukan pendaftaran online melalui whatsapp ke nomor 081261722207 pada H-1 jadwal telemedicine dengan batas waktu pendaftaran pukul 21.00 WIB. Pasien selanjutnya melakukan pembayaran melalui transfer kenomor rekening SPH. Konsultasi akan dilayani melalui video call dengan dokter spesialis, durasi konsultasi 15 menit.
” untuk biaya Telemedicine SPH Rp 200.000,. untuk Telemedicine gizi disediakan paket konsultasi lebih atau kurang 30 menit,” tambahnya
dr. Friza juga mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini, terutama dalam situasi pandemi seperti ini.
“Telemedicine merupakan salah satu pemanfaatan teknologi serta mendukung upaya pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Melalui telemedicine, masyarakat yang membutuhkan konsultasi jarak jauh tidak perlu datang langsung ke Rumah Sakit untuk tetap mendapatkan layanan medis,” jelasnya.
“Sementara itu, untuk pemberian obat/resep obat dilakukan setelah berkonsultasi. Pasien akan dihubungi oleh bagian farmasi untuk menginfokan obat yang diresepkan oleh dokter. Obat selanjutnya akan dikirimkan melalui layanan jasa pengiriman barang (online),” pungkasnya. (eym)
















