Pak Bupati, Mapattunggul Selatan Juga Bagian Dari Pasaman, Tolong Lihat Kami

Penulis -

Kamis, 2 Januari 2020 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Rusni (56) duduk termenung menghadap sisi luar jendela ruang inap pasien RSUD Lubuk Sikaping. Begitu juga suaminya, Abasri, hilir mudik dengan wajah kusam dan panik. Di tangan sang suami, selembar tagihan dari pengobatan sang istri, Rusni digenggam erat-erat. Dibawa kian kemari tagihan yang tidak tahu harus dibayar pakai apa.

Rusni, warga Batu Kambiang, Jorong Tigo Koto, Nagari Silayang, Kecamatan yang teramat kurang mampu itu menjadi korban keteledoran dan minimnya perhatian pemerintah Pasaman terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Terutama di Mapattungul Selatan. Kenapa tidak, kartu KIS yang dipakainya berobat, ternyata tidak aktif, sementara punya sang suami aktif. Aneh, tapi begitulah. Beruntung, Direktur RSUD Lubuk Sukaping, Yong Marzuhaili mengedepankan sisi kemanusiaan dalam pelayanan. Kalau tidak, entah mau dikata apa.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kejadiaan minimnya perhatian pemerintah akan rakyat badarai yang ada di pelosok Pasaman ini, berawal saat, Rusni menderita penyakit nyeri tulang belakang. Ia berobat ke Puskesmas Silayang. Saban hari, penyakit Rusni kian parah. Sampai-sampai ia tidak dapat berdiri dan harus dirujuk ke RSUD Lubuk Sikaping.

“Lantaran tidak ada sinyal internet, pihak Pukesmas tidak dapat mengakses keaktifan kartu KIS pasien. Iapun dirujuk dengan rencana sebagai pasien dari tanggungan KIS. Tahunya, KIS pasien Rusni ini tidak aktif. Saya ambil kebijakan, berobat dulu, masalah yang timbul belakangan,” terang dokter Yong.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Rusni masuk Selasa kemarin dan dirawat hingga bisa dipulangkan, Kamis (2/1). Biaya yang timbul sampai jutaan rupiah. Hingga akhirnya, dokter Yong memgambil kebijakan dan membebaskan biaya pengobatan Rusni.

“Sebagai bagian dari pemerintah, kami tidak ingin hal serupa terjadi. Untuk itu, saya berharap dan bakal berkoordinasi dengab instansi terkait. Semoga ada jalan keluar momok lama ini,” kata dokter Yong.

Di sisi lain, minimnya pelayanan kesehatan di Mapattunggul Selatan ini sudah menjadi rahasia umum. Mulai dari tidak adanya jaringan internet yang semestinya sudah harus diadakan oleh pemerintah. Sampai-sampai masih ada masyarakat sakit yang ditandu untuk berobat gara-gara akses jalan yang teramat buruk.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sudah berbuih mulut kami masyarakat meminta menara satelit. Nan pemerintah lebih penting membuat rumah dinas, beli mobil dinas dan membuat fasilitas lain yang tidak prioritas. Perhatikanlah kami rakyat badarai ini agak sedikit. Jangan datang ketika hendak Pilkada saja,” tukas Ardian, salah satu pemerhati warga di Mapattunggul Selatan. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB