Painan Rentan Banjir, Ini Penyebabnya

Penulis -

Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Painan, Prokabar – Masyarakat Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengeluhkan buruknya sistem drainase. Sebab, sejumlah titik di kawasan padat penduduk sangat rentan banjir dan genangan air pasca hujan deras.

Salah seorang warga setempat, Imun (45) mengatakan, lokasi yang berada di Rawang Painan sangat mudah banjir apabila hujan deras.

Persoalannya drainase yang ada tidak bekerja secara maksimal. Akibatnya, jika terjadi hujan, dapat dipastikan rumah warga tergenang air.

“Bahkan, sejak dibangun puluhan tahun lalu, tidak pernah diperbaiki pemerintah daerah,” ungkapnya dengan nada kesal.

Seperti diketahui, sejak Selasa 9 Oktober 2018 sampai Kamis 11 Oktober 2018, intensitas hujan di Painan terlihat cukup tinggi.

Akibatnya, di sejumlah ruas jalan dan pemukiman masyarakat terjadi banjir. Selain drainase yang tidak berfungsi, lanjut dia, juga dikarenakan banyaknya bangunan yang menutupi saluran air.

Kondisi serupa juga dikeluhkan warga di sekitaran Jalan Darwis, Topik (37), kawasan tersebut telah menjadi langganan banjir.

Kondisi itu, menurutnya, sangat meresahkan warga sekitar. Apalagi, jika banjir terjadi pada malam hari, sehingga mengganggu istirahat warga.

“Ini tentunya harus menjadi perhatian serius dari seluruh pemangku kebijakan di daerah ini. Masa iya drainase di pusat kota tidak berfungsi,” ujarnya.

Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan potensi cuaca ekstrem memang bakal melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Salah satunya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Potensi cuaca seperti itu disinyalir dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir.

Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono R. Prabowo mengungkapkan, hal tersebut dipicu adanya pusat tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia perairan Barat Sumatera.

Kemudian, adanya sirkulasi di Selat Karimata serta indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

Kondisi dinamika atmosfer tersebut diprediksi masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan di wilayah Indonesia.

“Nah, kondisi seperti itu berkontribusi terhadap pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia,” kata Prabowo dalam situs resmi BMKG.

Untuk itu, ia meminta pada seliruh masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas di luar rumah.

Sedangkan hingga kini belum ada respon dari pemerintah daerah, terkait adanya fenomena banjir dan prakiraan cuaca dari BMKG.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB