Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Peristiwa

Painan Banjir Terparah Sepanjang Sejarah, Drainase Kota Buruk

Pessel, Prokabar – Banjir yang melanda Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, pada Jumat (2/13) diklaim merupakan banjir terparah sepanjang sejarah. Sebab hampir merendam seluruh wilayah itu.

Salah seorang warga Painan, Andi (42) mengatakan, banjir Kota Painan kali ini adalah banjir terparah sepanjang sejarah. “Umur saya sudah 40 tahun baru kali ini banjir yang terparah, “ujarnya.

Akibatnya, saluran drainase meluap hampir di sepanjang jalan karena tidak mampu menampung debit air yang begitu besar dan secara tiba-tiba.

Sehingga masyarakat Kota Painan mengeluhkan buruknya sistem drainase. Sebab, sejumlah titik di kawasan padat penduduk sangat rentan banjir.

Warga Lainnya, Sriati (56) mengatakan, lokasi yang berada di belakang Kantor Bupati itu selalu banjir.

Persoalannya drainase yang ada tidak bekerja secara maksimal. Akibatnya, jika terjadi hujan, dapat dipastikan rumah warga direndam banjir seperti sekarang ini.

Akibatnya, di sejumlah ruas jalan dan pemukiman masyarakat dihantam banjir. Selain drainase yang tidak berfungsi, lanjutnya, juga dikarenakan banyaknya bangunan yang menutupi saluran air.

Selaras dikatakan Imun (45) merupakan warga Jalan Pagaruyung, kawasan tersebut telah menjadi langganan banjir. Kondisi itu, menurutnya, sangat meresahkan warga sekitar. Apalagi, jika banjir terjadi pada malam hari, sehingga mengganggu waktu istirahat warga.

“Ini tentunya harus menjadi perhatian serius dari seluruh pengampu kebijakan di daerah ini. Masa iya drainase di pusat kota tidak berfungsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pessel, Syafril Saputra bakal memanggil pemerintah daerah terkait pembagunan drainase kota, karena drainase kota tersebut adalah suatu keharusan.

“Kami panggil pemerintah daerah soal kelalaian pemerintah daerah, nanti kami bicarakan soal pembangunan drainase kota adalah pembagunan prioritas, “ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Pessel, Era Sukma Munaf mengatakan, untuk perbaikan drainase kota direncana Pemkab Pessel tahun ini.

“Tahun ini belum ada kegiatannya. Mungkin tahun anggaran 2020 ada,” ujar Era Sukma kepada wartawan baru-baru ini.

“Untuk tahun 2020 DEDnya sudah ada, namun belum untuk semua titik. Setidaknya, seperti jalan Kamang, “ungkapnya.

Lanjutnya, dalam rencana DED tersebut, pihaknya juga bakal merubah konstruksi bangunan drainase, sehingga tidak mengganggu badan jalan.

“Nanti mungkin akan menggunakan beton siap jadi seperti di taman kota. Kamang belum masuk, karena masalah dimensi, “jelas Era.

Namun, sejauh itu pihaknya mengaku belum bisa memastikan besaran anggaran untuk perbaiki drainase tersebut. Sebab, anggaran untuk drainase tersebut ditaksir akan menelan biaya besar.

“Kita liat nanti. Kalau kami di Dinas PUPR maunya anggaran besar,” tutupnya,(min)

 

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top