Padang Pariaman Terinovatif Kedua di Indonesia, Ini Pesan Tjahjo Kumolo

Penulis -

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar —  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah berinovasi pada malam penganugerahan Innovative Government Award 2018. Kabupaten Padang Pariaman meraih peringkat dua nasional dalam ajang yang dihelat Kementerian Dalam Negeri tersebut.

“Selamat kepada peraih penghargaan, lanjutkan berinovasi untuk service excellent kepada masyarakat,” kata Tjahjo di Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta baru-baru ini.

Tjahjo meminta agar kepala daerah tidak takut berinovasi karena sudah ada jaminan perlindungan hukum. Perlindungan hukum bagi penyelenggara inovasi daerah menurut Tjahjo diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. UU itu diikuti dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

“Berkaitan dengan inovasi yang kemungkinan berimplikasi hukum, para kepala daerah tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Dalam peraturan tersebut, mekanisme penyelenggaraan inovasi daerah yang terkait dengan penggunaaan anggaran sudah diatur sesuai dengan tata administrasi keuangan yang berlaku. Selain itu sudah dibuat juga nota kesepahaman (MoU) antara Mendagri, Jaksa Agung dan Kapolri agar tidak ada lagi hambatan dalam melakukan pembangunan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ketertinggalan pembangunan sebuah daerah akan difasilitasi percepatan pembangunannya melalui replikasi inovasi daerah yang telah menjadi best practise dengan memodifikasi inovasi tersebut sesuai kearifan lokal daerah-daerah tersebut,” ujar Tjahjo.

Sementara itu mekanisme penilaian Innovative Government Award dilihat dari tiga hal yaitu aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat. Semuanya didasarkan pada lima kriteria inovasi daerah.

Lima kriteria yang dimaksud pertama, mengandung pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi. Kedua, memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat. Ketiga, tidak mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Keempat, merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kelima, dapat direplikasi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ada 5 gubernur, 10 bupati dan 10 walikota yang menerima predikat pemerintah daerah inovatif dalam IGA 2018.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Dodi Riyatmadji, mengatakan pelaksanaan IGA dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari penjaringan profil inovasi daerah hingga presentasi kepala daerah dan temuan lapangan.

Tiga besar provinsi yang mendapat predikat Pemda Inovatif adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Sementara tiga besar kabupaten yang meraih predikat inovatif yakni Kabupaten Banyuwangi, Padang Pariaman dan Banggai.

Sedangkan untuk tingkat kota, predikat sebagai daerah inovatif diberikan kepada Kota Bandung, Makasar dan Bogor.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh aparatur dan dukung seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Di Padang Pariaman kita punya motto Tiada Hari Tanpa Inovasi. Tinggalkan birokrasi yang jadul, beralih ke era modern yang serba cepat, mudah dan akuntabel,” kata Bupati yang juga peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Penghargaan IGA 2018, kata Ali Mukhni, kolektif untuk seluruh aparatur Padang Pariaman. Sekaligus menjadi pemacu lebih amanah membangun daerah. Berinovasi mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kemaslahatan masyarakat daerah.

Orang nomor satu di Padang Pariaman itu mengakui daerahnya telah menjadi rujukan nasional dalam inovasi pelayanan. Seperti pelayanan kependudukan dan catatan sipil, kesehatan, perizinan, infrastruktur, penanggulangan bencana dan lainnya.

“Artinya, inovasi memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah serta bisa direplika oleh daerah lain,” pungkas alumni Harvard University di Amerika Serikat tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB