Padang Pariaman dilanda Banjir dan Longsor, Jalan Sungai Limau Terputus

Penulis -

Minggu, 5 Agustus 2018 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Bencana Longsor dan Banjir melanda Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (5/7). Banjir terjadi di Pasar Sungai Limau dan sempat mengganggu aktivitas pedagang dan masyarakat Sedangkan longsor terjadi di Nagari Lampanjang.

Camat Sungai Limau, Defriatos menyebutkan kejadian banjir seiring hujan diperkirakan sekitar jam 5 pagi sempat satu jam membuat akses jalan Sungai Limau menuju Lubuk Basung tidak bisa dilalui. Beruntung air cepat surut dan aktivitas masyarakat di Pasar Sungai Limau dan jalan raya kembali normal.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Penyebap banjir lanjutnya, akibat meluapnya sungai disertai air laut naik pasang. Ratusan kios di pasar tradisional itu sempat direndam banjir di saat aktivitas pedagang mulai berjualan.

Sedangkan Longsor Terdapat di dua titik jalan utama Sungai Limau menuju Sungai Geringging, tepatnya di Nagari Lampanjang. “Informasi didapat masyarakat sekitar subuh tadi. Dan kami langsung konfirmasi dengat tim BPBD Padang Pariaman untuk bergerak mengatasi longsor tersebut,” kata Defriatos saat diwawancara Prokabar.com di lokasi longsor.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang Pariaman, Yandril. “Kami mendapat informasi adanya banjir dan longsor di Sungai Limau. Tim langsung turun dan mengevakuasi material longsor di Lampanjang tersebut. Sedangkan banjir di Pasar Sungai Limau airnya cepat susut,” ungkap Yendril.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

BPBD Padang Pariaman menerjunkan dua Tim Personil dibantu PMI serta masyarakat setempat. Proses evakuasi material saat ini masih membersihkan kayu. Sedangkan material tanah direncanakan akan dilakukan melalui bantuan alat berat. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB