Daerah

Padang – Bukittinggi, Mantap Lewat Malalak

Dibaca : 314

Padang, Prokabar – Jalur darat Padang-Bukittingi pada pada hari cerah begini, pilihlah lewat Malalak. Lekas dan tak macet serta mantap.

Jalur tua via Sicincin-Padang Panjang – Bukittinggi memang keren tapi laju kendaraan sering terhambat. Pembangunan jembatan di Kayutanam memicu kemacetan akut.

Pada Minggu (14/3) misalnya. Kendaraan beringsut, menembus jalan yang padat. Sedang via Malalak, mobil berpacu di jalan yang sepi.

Pada Senin (15/3) pagi ini si Kayutanam memang lancar. Walau begitu lewat di sini selalu memicu was-was.

Cuma saja jalur Malalak rawan longsor. Laju kendaraan bisa tak bergerak dibuatnya. Itu bisa terjadi kala hujan turun.

Jika malam hindari Malalak, sebab gelap. Tak ada nyala lampu kecuali di Nagari Malalak saja.

Padang – Bukittinggi via Padang Panjang 92 Km ditempuh 2,5 jam dan rata-rata 3 jam. Bisa macet akut di Koto Baru dan Padang Lua pada hari-hari tertentu akibat aktivitas pasar tumpah.

Jika macet maka Bukittinggi terasa lebih jauh. Belum lagi kendaraan tersendat di Lembah Anai.

Sedang via Malalak 104 Km ditempuh 2 sampai 2, 5 jam. Jauh namun lancar jaya.

Jalan ke Bukittinggi via Lembah Anai merupakan jalur tua. Jalan pedati ini, diperlebar di zaman Belanda.

Yang paling susah lewat kelok-kelok di Lembah Anai, begitu dulu. Sekaranf jauh lebih mantap.

Jalur Malalak dikerjakan di zaman Gubernur Gamawan Fauzi pada tahun 2000. Waktu itu dirasa perlu jalan alternatif ke Bukittinggi.

Jika Anda dari Padang memilih jalur Malalak maka di Sicincin belok kiri. Kalau jalur Lembah Anai, melaju lurus saja.

Belok kiri masuk kawasan Padang Pariaman terus ke Malalak dan sampai di Balingka. Belok saja ke kanan Anda akan diantar oleh lebuh beraspal ke Bukittinggi.

Padang dan Bukittinggi duo kota utama di Sumbar. Yang disebut terakhir selalu ramai di akhir pekan. (nrs)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top