Padang, Prokabar – Orangtua diminta lebih waspada mengawasi anak-anak mereka di masa libur sekolah.
Hal ini disampaikan oleh Lurah Ampang Nazwar, menindaklanjuti peristiwa tenggelamnya seorang anak usia delapan tahun akhir pekan lalu. Himbauan meningkatkan kehati-hatian terkait kemana anak anak bermain di masa libur sekolah.
“Kami telah menginformasikan ke RT RW baik melalui WhatsApp atau pun secara langsung, agar menghimbau ke warga untuk meningkatkan kehati-hatian terutama seputar lokasi bermain anak-anak. Ini agar kejadian tenggelamnya anak usia sekolah di batang kuranji, tidak lagi terjadi,”sebut oyong, panggilan akrab Nazwar, Lurah Ampang.
Penelusuran ke lokasi kejadian di kawasan Lubuk Lanciang Kelurahan Gurun Laweh, warga sekitar, jupri, menyebut, aliran batang kuranji di kawasan ini terakhir kali menelan korban pada 2016.
Yakni seorang siswi SMP Kelas satu usia 13 tahun. Kejadian persis sebelum masuknya Ramadhan, dimana banyak warga balimau.
“Ini kejadian pertama setelah lima tahun silam pak. Kawasan lubuak lanciang ini memang menjadi lokasi favorit anak anak usia SD dan SMP karena airnya yang tenang. Tapi sebagian dari ruas batang kuranji di lubuak lanciang ini memang ada yang dalam,” sebut jufri (42) warga lubuk lancing.
“Kami warga lubuk lanciang kerap melarang jika memang tidak ada orang dewasa yang mengawasi. Namun mereka anak anak usia SD ini kerap mencari jalan tikus untuk menuju lokasi pemandian,” timpal eri (52) warga lainnya.
Iman (51) warga lubuk lanciang yang berjualan sate, persis di jalan setapak menuju lokasi pemandian menyebut, kampung koto yang menjadi lokasi tempat tinggal anak yang tenggelam memang berlokasi tak jauh sekitar 400 meter dari pemandian lubuk lanciang.
” Airnya tenang namun menghanyutkan,” terang iman (51).
Sebelumnya pada akhir pekan lalu (27/6), seorang anak usia 8 tahun (Kenzo), yang masih kelas tiga sd, tenggelam di aliran batang kuranji di kawasan lubuak lanciang kelurahan gurun laweh, kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Korban diketahui anak pertama dari Erman (48) seorang warga kampung koto, ampang, yang sehari-hari bekerja sebagai supir. Perkiraannya, korban tenggelam pada pukul dua hingga setengah tiga sore. (adh)
















