Padang, Prokabar – Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman ingatkan setiap orangtua yang memiliki anak belasan tahun atau usia remaja untuk menjaga anak anak mereka agar tidak keluar malam.
Ini disampaikan menyusul masih tingginya potensi tawuran remaja di Padang saat malam hari.
Potensi tawuran oleh anak-anak geng motor ini tidak hanya di malam minggu saja, namun juga hampir setiap malam.
Modusnya adalah mereka berkonvoi dengan jumlah belasan hingga puluhan orang dengan membawa balok hingga senjata tajam, dan membabi buta mencari pengendara motor usia remaja, untuk dikejar beramai-ramai sembari menghunuskan senjata tajam berikut benda tumpul atau lainnya sebagai senjata.
Imbauan ini disampaikan, menyikapi tewasnya Farhan seorang remaja berusia 16 tahun usai diserang membabi buta oleh sekelompok geng tawuran di kawasan bypass kilometer 11 Padang pada selasa dinihari.
Kejadian ini juga membuat rekan korban andika mengalami luka berat. Pelaku sendiri telah tertangkap pada selasa malam, yakni GS remaja berusia enam belas tahun yang berdomisili di Kurao Pagang.
Korban sendiri berkampung halaman di surau balai kelurahan Anduring, namun berdomisili di kelurahan gunung sarik atau kelurahan kuranji.
Evi Yandri di berbagai kesempatan kerap menyampaikan bahwa di Kota Padang tak kurang terdapat 20an geng motor beranggotakan anak anak usia 14 hingga 20an tahun yang kerap berkeliling kota untuk tawuran.
Kondisi kota Padang yang telah satu setengah tahun dilanda pandemi, tak menyurutkan anak usia tanggung ini untuk tawuran di malam hari.
Sebagian dari mereka, bahkan juga telah menjadwalkan untuk bertemu satu sama lain untuk melakukan tawuran.
Sementara sebagian lainnya, dan ini yang sangat membahayakan, justru lebih gawat lagi, hanya gagah- gagahan berkonvoi di beberapa sudut kota, untuk kemudian mengejar remaja pengendara roda dua dengan senjata tajam, tanpa motif apa pun, dan bangga telah mampu menumbangkan pengendara usia belasan yang mereka temui saat berkonvoi. (Adh)
















