Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Orang Tua Kesulitan Ajari Anak, Delma Putra Minta Laksanakan Sekolah Tatap Muka

Dibaca : 315

Padang, Prokabar – Anggota DPRD Kota Padang, Delma Putra menyarankan kepada Disdik Kota Padang untuk kembali menggelar sekolah tatap muka dengan sistem pembagian shift dan pembatasan waktu belajar.

Ini dilaksanakan karena tak semua wali murid bisa mendampingi anaknya belajar di rumah serta tidak seluruhnya orangtua mampu memanfaatkan HP Android.

“Pelaksanaan tatap muka PBM itu. Tentu lokasinya ditentukan Disdik,” ujar kader Gerindra ini, Senin (27/7).

Menurutnya, jika PBM tetap digelar daring, akibatnya pola pikir anak berpatok melalui Android saja dan kecanduaan menggunakan HP akan terus terjadi. Untuk itu, Disdik perlu mempertimbangkan hal ini.

“Jangan sampai proses yang dilaksanakan sekarang yakni belajar daring, berpengaruh pada kejiwaan anak di masa depan. Ini yang rugi kan kita juga,” ucapnya yang juga Anggota Komisi III DPRD Padang ini.

Ia mengatakan, jika kondisi daerah yang belum mengizinkan di tengah pandemi corona pada era kenormalan, di zona hijau Disdik kan bisa menggelarnya. Apabila ditunggu hijau semua, tentu kapannya tak bisa dipastikan.

“Disdik harus petakan hal ini dan rancang konsep PBM tatap muka dengan baik. Agar hasilnya bagus jika diterapkan dan anak tak bosan belajar di rumah,” paparnya.

Selain itu, sebagai anggota dewan, dirinya juga sering didatangi orang tua siswa yang mengeluhkan sistem pembelajaran daring itu.

“Mulai dari persoalan kuota internet, orang tua yang tidak bisa mengajarkan anaknya sebagai mana layaknya guru dan lainnya. Ini tentunya perlu kebijakan pemerintah kota,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Dinas Pendidikan Kota Padang, Syafrizal Syair mengatakan memang Disdik akan melakukan evaluasi terhadap PBM lewat daring ini dan evaluasi akan dilaksanakan sekali sebulan.

“Gambaran awalnya kita akan tatap muka PBM di zona hijau. Ini harus mengikuti protap Kesehatan,” ujar mantan Kepala SMP N 7 Padang ini.

Namun untuk kapan pastinya sambung Syafrizal Disdik masih dirapatkan dengan jajaran dan pihak sekolah. Sistem pelaksanaan seperti ini, akan diusulkan ke Pemko Padang.

“Jika daerah aman dan Walikota izinkan, maka pada Agustus atau September 2020 akan kita realisasikan,” sebutnya.(mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top