Operasional Ramah Lingkungan, Semen Padang Modifikasi EP Jadi BHF

Penulis -

Jumat, 11 Juni 2021 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang, Prokabar- Wujud dari komitmen perusahaan untuk operasional yang ramah lingkungan, PT Semen Padang terus berupaya menekan kadar emisi debu yang dikeluarkan dari aktivitas operasional produksi di pabrik. Salah satunya, melalui proyek modifikasi Electrostatic Precipitator (EP) menjadi Bag House Filter (BHF) di Pabrik Indarung IV.

Modifikasi tersebut dapat menurunkan kadar emisi debu dari cerobong pabrik hingga 50 persen.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, saat ini emisi debu PT Semen Padang masih memenuhi ambang batas yang dipersyaratkan undang-undang.

“ Kami terus berupaya untuk menekan lebih rendah lagi sesuai visi perusahaan, yaitu menjadi perusahaan persemenan yang andal, unggul dan berwawasan lingkungan di Indonesia bagian barat dan Asia Tenggara,” kata Nur Anita Rahmawati, Jumat (11/6)

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Proyek modifikasi EP menjadi BHF di Pabrik Indarung IV, kata Anita, pengerjaannya telah dimulai sejak 4 Juni 2021. Estimasi pengerjaannya selesai pada 15 Juli 2021 mendatang.

Proyek tersebut, lanjutnya, sangat besar manfaatnya bagi operasional pabrik berbasis lingkungan, karena jika proyek tersebut selesai, maka emisi debu yang dihasilkan dari operasional pabrik Indarung IV akan turun menjadi 40 mg/Nm3 dari ambang batas yang dipersyaratkan undang-undang, yakni 75 mg/Nm3.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kepala Departemen Pemeliharaan PT Semen Padang Muhamad Syafitri yang didampingi Wakil Kepala Departemen Pemeliharaan, Abdul Hakim Lubis, menambahkan dampak baik dari modifikasi EP menjadi BHF, juga dapat meningkatkan kebersihan dan kualitas udara lingkungan di sekitar pabrik. (rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB