Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Olahan Pipa Bekas di Padang Tembus Pasar Eropa

Dibaca : 725

Padang, Prokabar — Kreatif dan inovatif. Itulah yang patut diacungkan kepada Apri Martin atau yang biasa di panggil Eric. Betapa tidak, ia mampu menghasilkan omset jutaan bahkan belasan juta berbulan dengan memanfaatkan pipa paralon bekas. 

Hebatnya, hasil karya berupa lampu hias, tas, asbak, bingkai foto dan lain lain itu sudah tembus ke negara eropa. 

Kerajinan yang ia mulai sejak 2013 lalu juga sudah menjajal negara ini, seperti Papua, Bali, Kalimantan, Semarang, Kalimantan, Jakarta, Bandung dan Pekanbaru, Medan, Jambi, Batam.

Sebelum menemukan pipa sebagai wadah karyanya, ia terlebih dahulu mengukir tulang dan tanduk sebagai kerajinannya.

Karena kesulitan mencari tulang dan tanduk yang harus dicari dipinggir pantai, ia-pun sempat frustasi. Akhirnya bapak satu anak ini menemukan pipa berukuran kecil disamping kontrakannya.  Dari pipa paralon yang ia ukir itu, timbul pemikirannya bahwa pipa bekas bisa dijadikan karya seni.

“Setelah itu saya bekerja sama dengan pengepul sampah untuk menjual pipa hasil tangkapannya kepada saya,”tuturnya saat ditemui Prokabar.com dikediamannya belum lama ini.  

Dari tahun 2013 itu, Erick yang juga dipanggil Ajo ini sempat vakum pada 2014, dan memulai kembali tahun 2015.

Diakatakan  Erick, setelah pengepul sampah mulai jarang  mengantar pipa bekas kerumahnya, akhirnya ia mencari ke pengepul sampah di kawasan Lubuk Buaya, Padang.

Erick mengaku belajar secara otodidak. Dari pipa paralon, ia membuat gantungan kunci, souvenir, tas bahkan kursi dan meja. Hebatnya, hasil dari tangan kreatifnya itu, ia mampu menciptakan peluang pekerjaan.

“Sebelumnya saya berkeinginan menciptakan peluang kerja bagi mahasiswa, yang kos disekitar disekitar kontrakan saya. Setidaknya mereka bisa menghasilkan penghasilan sendiri untuk belanja sehari hari tanpa harus meminta kepada orang tuanya,”ujar pria tamatan Pesantren Gontor ini.

Erik mengaku, dari hasil kerajinannya yang dijual antara Rp 80ribu sampai Rp 7,5 juta ini, ia bisa meraup omzet sekitar Rp 10 juta sebulan. “Kalau yang paling murah itu seperti  kotak rokok dan kotak korek. Untuk yang paling mahal meja satu set,”imbuhnya.

Bahkan ia juga menghimbau kepada yang berminat untuk belajar membuat kerajinan, datang saja ke kontrakannya. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top