Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

ODP di Tanah Datar Meningkat, Ini Penjelasan Gugus Tugas Penanganan COVID-19

Dibaca : 367

Tanah Datar, Prokabar – Jumlah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 meningkat di Kabupaten Tanah Datar, tercatat hingga Rabu 25 Maret 2020 sebanyak 90 orang. Sementara untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang, pasien suspect atau meninggal dinyatakan belum ada.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Tanah Datar Irwandi menyampaikan meningkatnta jumlah kasus ODP tak lain karena masyarakat yang baru pulang dari luar daerah secara sadar memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

“Sesuai SOP, ditetapkan ODP karena memiliki salah satu gejala COVID-19 dan memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah terkonfirmasi COVID-19 atau kontak dengan orang yang memiliki riwayat yang sama,” ucap Irwandi.

Disatu sisi, peningkatan ODP menunjukkan masyarakat yang sadar memeriksakan diri dan sisi lainnya mengingatkan kewaspadaan seluruh masyarakat terhadap penyebaran COVID-19.

“Walaupun saat ini kasus positif COVID-19 belum ada di Tanah Datar, upaya pencegahan baik melalui sosialisasi, edukasi dan aksi terus dilakukan,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat selalu melaksanakan pola hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan secara rutin terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata dengan menggunakan air mengalir dan sabun cair.
Kemudian, menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk dengan menggunakan tisue .

Sementara itu, direktur RSUD Hanafiah Batusangkar, Afrizal Hasan saat ditemui beberapa waktu lalu mengungkapkan, jika RSUD Hanafiah sebagai RS tipe C hanya sebagai rumah sakit penampung sementara. Untuk pasien gelaja mirip Covid 19 akan dirujuk ke rumah sakit rujukan pemerintah, RS M Djamil Padang dan Ahmad Moehtar Bukitinggi.

” Dengan kondisi itu, kita menyiapkan juga RS Hanafiah. Bisa kita liat sendiri, kita punya ruang isolasi dan ruang petugas. Tentu semua APD kita sudah siap, sampai ambulance pun kita siapkan ambulance khusus,” ungkap Afizal Hasan.

” Untuk menangangi pasien gejala covid 19, seluruh petugas akan bekerja sesuai dengan SOP ,mulai dari dokter, perawat, hingga supir yang hendak mengantarkan pasien ke rumah sakit rujukan akan menggunakan APD lengkap. Kesiapan kita, sudah siap menangani pasien yang dicurigai atau PDP Covid 19,” sambung Afrizal.

Seorang dokter yang tergabung dalam tim Covid 19 RSUD Hanafiah Batusanfkar Ardian Amri mengatakan jika dalam menghadapi isu corona, rumah sakit telah membentuk tim yang diketuai oleh dr. Meli Susanti, seorang dokter spesialis paru. Tim tersebut dibagi atas dua tim reaksi cepat penanganan wabah corona.

“Masing-masing tim dipimpin oleh satu orang dokter dan tiga orang perawat serta satu orang driver (sopir),” ungkap dr.Ardian Amri.

Lebih lanjut Ardian mengatakan, jika ditemukan orang atau pasien yang dicurigai corona atau belum terkonfirmasi baik dari riwayat perjalanan dan penyakitnya akan dirangani diruang isolasi. Ruang isolasi yang dimaksud ruang yang tidal membaur dengan pasien lain meski ruangan tersebut terletak di lingkungan IGD 24 Jam RSUD Hanafiah.

“Satu orang (dokter) yang menerima (pasien), akan menuntaskan kasusnya. Entah pasien tersebut dinyatakan, ODP, PDP, negatif atau positif corona. Hal ini untuk mengurangi paparan dari orang yang terkontaminasi,” kata Ardian.

Ardian tidak memungkiri, meski ADP yang dipergunakan petugas tidak berstandar international, namun ADP tersebut setidaknya dapat dijadikan pelindung petugas dlaam menangani pasien yang dicurigai terpapar Covid 19.(eym)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top