Objek Wisata Pulau Simangki ‘Mati Gaya’, Ini Kata Suhendri

Penulis -

Minggu, 26 Mei 2024 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Painan, Prokabar – Keberadaan objek wisata Pulau Simangki di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hingga kini belum sesuai harapan, bahkan menjadi beban daerah dan ‘mati gaya’.

Betapa tidak, karena objek wisata yang satu ini tidak memberikan dampak positif terhadap PAD. Bayangkan biaya rutin petugas untuk bolak balik ke Pulang Sumangki itu menelan anggaran daerah Rp50 juta pertahun.

Informasi dihimpun Prokabar.com, kini, pembangunan dermaga terbuat dari kayu, sudah patah dan hancur dimakan oleh asinnya air laut, sehingga tak bisa dimanfaatkan lagi.

Salanjutnya, tiang jembatanpun juga ikut runtuh dihantam gelombang. Runtuhnya fasilitas menuju ke Samangki, mengundang tanda tanya masyarakat Pesisir Selatan. Sebab, belum begitu lama dibangun, pembangunannya sudah lenyap.

Pulau Simangki, diresmikan oleh Bupati, Rusma Yul Anwar pada Jumat (17/3/2023), lalu, Pulau ini sebenarnya dipersiapkan menjadi destinasi wisata eksklusif dengan anggaran bersumber dari DAK sebesar Rp5,3 miliar, kini, sia-sia dan sebagian bangunannya sudah tidak berguna.

Namun, masyarakat ‘Negeri Sejuta Pesona’ hanya bisa menilai betapa sadisnya Pemkab Pesisir Selatan membenamkan uang negara di Pulau Simangki itu. Kini, objek wisata itu hanya menjadi buah bibir dan cibiran ketidak mampuan Pemkab Pesisir Selatan mengelolanya dengan baik.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Prokabar.com mencatat, Pulau Simangki Gadang dengan luas 1,6 km2 dan Simangki Ketek 0,6 km2 merupakan dua pulau di antara gugusan pulau kecil di sepanjang perairan Pessel.

Pulau ini masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan IV Jurai yang berjarak sekitar 3 km atau sekitar 2,4 mil dari daratan. Pulau Simangki diapit beberapa pulau lainnya, seperti Pulau Aur Gadang, Aur Kecil dan Pulau Cingkuk.

Salah seorang nalayan, Amril (49) mengatakan, Pulau Simangki awalnya direncanakan pemerintah adalah untuk tempat wisata yang ekslusif, informasinya sampai dengan saat ini objek wisata itu tidak terkelola dengan baik, pengunjung tidak ada yang datang, ini menjadi beban daerah. Objek wisata itu sudah ‘mati gaya’. Ini buktinya Pemerintah tidak mampu mengelolanya.

“Mati gaya. Menjadi beban daerah, karena orang tidak ada yang berkunjung, biaya rutin harus diambil dari APBD ini kan rugi jadinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, anggaran untuk pembangunan fisik saja menelan miliaran, namun, pemerintah tidak mengkaji layak atau tidak tempat itu dijadikan tempat wisata.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Yang lebih penting, pemerintah harus mengkaji dan berpikir, apakah layak atau tidak, membangun hanya mencari keuntungan, ini kan kacau, uang miliaran rupiah itu hanya sia-sia,” ujarnya.

Kalau persoalan pembangunan fisik, kata Amril, itu gampang, tetapi kalau mindset pemerintah belum siap hanya membangun sekehendak hati, maka semegah apapun bangunan fisik yang dibangun pemerintah akan menjadi sia-sia.

“Sampai detik ini Pemkab tidak mampu menyelesaikan masalah objek wisata yang satu itu, bangunannya hanya sia-sia, kami nelayan miris melihat kondisinya sekarang,” ungkapnya

Menurutnya, pekerjaan pemerintah bukan hanya membangun fisik di lokasi wisata, tetapi harus mampu memfasilitasi setiap kepentingan masyarakat, sehingga jikapun lahir bibit-bibit konflik, maka dapat dengan cepat diselesaikan.

Untuk mendukung itu, kata Amril, Pemkab telah menyiapkan kapal pulang pergi ke pulau, tapi orang tidak ada berkunjung, untuk pergi ke Simangki itu harus punya mental yang kuat, kalau tidak kuat tidak usah pergi, karena, menuju kesitu esktrim.

Dan selanjutnya, untuk pengelolaan tiket masuk sistemnya pakai aplikasi online, hingga saat ini aplikasinya pun tidak ada, jadi bagaimana pengunjung ingin berkunjung, disitulah pemerintah belum siap menjadikan Pulau Simangki objek wisata ekslusif, pembangunan itu mubazir.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Suhendri mengakui, objek wisata Pulau Simangki hingga kini memang belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

Menurutnya, untuk bisa beroperasi mesti memiliki cottage, karena, simangki tidak bisa one day, one trip. Artinya tamu yang datang ke Simangki memang ditargetkan untuk menginap, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari pelabuhan.

Namun, untuk menyiapkan cottage mesti ada audit dari Kementrian Pariwisata. Audit tersebut baru selesai akhir 2023, sehingga pembuatan cottage belum bisa dilakukan.

“Audit selesai September. Pada saat itu APBD 2024 telah dibahas,” ujarnya.

Lanjut Suhendri mengatakan, karena itu direncanakan pembuatan cottage pada 2025, dengan estimasi dana sekitar Rp750 juta.

Sejak 2 tahun terakhir Pemkab terus mengalokasikan APBD untuk perawatan Simangki, untuk operasional anggota dan lainnya. Meski demikian dirinya engga merinci besaran alokasi dana tersebut. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB