Daerah

Objek Wisata Luak Gadang Dan Bukik Baka, Satu Paket Saling Melengkapi

Agam, Prokabar — Destinasi Luak Gadang dan Bukik Baka, salah satu objek wisata menarik di Jorong Guguak Urang Pisang, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Destinasi yang disuguhi pemandangan batuan beku perbukitan disertai dua kolam ikan nan menyenangkan.

Di sini tersedia sarana bermain seperti rakit bambu, sepeda air dan bebek kayuh. Pengunjung juga berkesempatan memberi makan ikan dengan membeli pelet ikan Rp5 ribu. Untuk naik rakit bambu bisa membayar Rp10 ribu, sepeda air hanya Rp15 ribu dan bebek kayuh hanya Rp20 ribu sekali pakai.

Objek wisata ini terletak 17 kilometer dari kota Bukittinggi, dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan kendaraan roda dua. Tidak hanya itu, di sini juga ada Puncak Bukik Baka. Dari Luak Gadang berjalan mendaki ke puncak bukit. Berjalan selama 20 menit saja, sudah sampai di puncak bukit tersebut.

“Sudut pandang keindahan kota Bukittinggi disertai panaroma Gunung Singgalang dan Gunung Merapi, salah satu pemandangan indah dan menarik. Pengunjung akan terpukau pada hamparan luas panaroma tersebut,” terang Yeni, salah seorang Kasi di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, yang kebetulan berkunjung akhir pekan lalu.

Desi (45), salah satu pengunjung mengatakan sebelumnya pernah berkunjung 2017 lalu. Namun tidak seindah dan tertata saat ini. Penataan objek wisata tersebut semakin lebih baik. Kedai pedagang dan tata taman semakin rapi dan tertata.

“Lokasi tersebut sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ramainya pengunjung, transaksi jual beli akan semakin meningkat. Hal tersebut memberi peningkatan pendapat bagi masyarakat setempat,” terangnya.

Zahwajir (50) salah seorang pedagang setempat menjelaskan destinasi tersebut dibuka secara resmi 2018 lalu. Pada awalnya pengunjung sangat ramai berdatangan. Karena pengunjung disuguhkan atraksi silat Harimau.

Shooting film Kapal Van Der Wijck novelBuya Hamka juga pernah berlangsung di lokasi tersebut. Membuat lonjakan promosi dan kunjungan meledak.

“Di 2019 ini, kunjungan jauh berkurang. Hal tersebut atraksi budaya dan hiburan lainnya tidak ada lagi. Minimnya inovasi dan kreatifitas pengelola, membuat kunjungan sepi. Kami berharap pengelola dapatlebih kreatif untuk melakukan gerakan baru sehingga kunjungan kembali ramai,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top