Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Objek Wisata Ditutup, Perekonomian Pelaku Wisata dan Pedagang Anjlok

Dibaca : 289

Tanah Datar, Prokabar – Ditutupnya objek wisata saat masa liburan menjadi duka bagi para pelaku, pengelola, dan pedagang yang mencari hidup di kawasan objek wisata. Padahal, sejak pandemi berlangsung pada Maret 2020 lalu, geliat pariwisata di Tanah Datar baru mulai bergairah pada libur natal kemarin.

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Efrison membenarkan, dimana terjadi penurunan omset pengelola dan pedagang hingga merosot lebih dari 75 persen.

“Pendapatan pelaku wisata pasti menurun dengan ditutupnya objek wisata Tanahdatar. Ada sekitar 600 orang pelaku wisata Tanah Datar yang terdampak, yang tak ada pemasukan,” ujar Efrison, Jumat (1/1).

Kondisi pariwisata di Tanah Datar sendiri sebut Efrison, sejak Maret lalu tidak ada sama sekali pergerakan ekonomi yang menggeliat, akibat pandemi Covid 19. Namun, pada saat liburan natal pekan lalu, para pengunjung kembali mulai membludak memenuhi objek-objek wisata yang ada di Tanah Datar.

Kondisi itu sebutnya, menjadi harapan tersendiri bagi para pelaku wisata dan pedagang. Hingga kembali keluar instruksi untuk menutup seluruh objek wisata yang ada.

“Tentu saja imbasnya tidak ada pergerakan perekonomian. Omset tidak ada, dan imbasnya pedagang dan pelaku wisata tidak ada pemasukan,” jelasnya.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sumbar dan Bupati Tanah Datar, dalam pengendalian penyebaran covid, tidak hanya objek wisata yang ditutup, tetapi juga rumah makan, cafe tidak diperkenankan menyediakan makan di tempat.

“Dengan kondisi ini tentu kita berharap agar pandemi ini dapat cepat berlalu. Karena sangat merugikan perekonomian dalam bidang pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu andalan bagi kita di Tanahdatar karena mampu mendongkrak perekonomian masyarakat,” tukasnya. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top