Daerah

Obat Daftar G Dijual Bebas, Budi Syahrial Minta Pengawasan Diperketat

Dibaca : 341

Padang, Prokabar – Anggota DPRD Kota Padang Budi Syahrial sangat menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap apotik-apotik nakal dalam menjual obat daftar G (“Gevaarlijk” yang artinya “berbahaya“) dengan bebas tanpa resep dokter.

Akibatnya, obat-obatan itu disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan ilegal bahkan membahayakan.

Hal itu dikatakan setelah terungkapnya kasus dugaan aborsi di salah satu apotek di kawasan Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, beberapa hari lalu.

Hal itu, kata Budi, seakan menyadarkan kita bahwa kegiatan aborsi ilegal telah lama terjadi di Kota Padang. Pelaku menuturkan kegiatan menggugurkan kandungan telah berlangsung sejak 2018 dan lebih kurang 30 orang wanita hamil di luar nikah telah menjadi konsumennya.

“Seharusnya pendistribusian obat–obat daftar G ini harus diawasi secara ketat oleh instansi berwenang seperti Badan POM, apalagi pada saat ini dalam penjualannya tidak dengan resep dokter. Pemilik apotek dan yang terlibat dalam pendistribusian obat daftar G tanpa resep dokter ini bisa dikenakan pasal pembunuhan berencana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi Syahrial menjelaskan Dinas Kesehatan Kota Padang harus menutup pengoperasian apotik –apotik yang menjual obat daftar G tanpa ada resep dokter ini.

“Dinas kesehatan harus melakukan tindakan tegas terhadap apotik-apotik yang menjual obat daftar G dengan bebas. Pemilik apotik, penjual obat serta yang terlibat didalamnya bisa dilibatkan dalam hukum karena diduga turut serta (delneming) dalam memasarkan obat daftar G tanpa resep dokter,” jelasnya. (mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top