NPHD Anggaran Pilkada Terlambat, KPU Tanah Datar Khawatir Tahapan Terganggu

Penulis -

Senin, 14 Oktober 2019 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar — Anggaran pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2021-2026 hingga saat  ini belum kunjung disetujui oleh pemerintah daerah kabupaten Tanah Datar.

Padahal, merujuk pada Peraturan KPU, semestinya pelaksanaan tahapan pilkada harus dimulai pada 1 november mendatang atau kurang dari satu bulan lagi.

Fahrul Rozy, Ketua KPU Tanah Datar mengatakan terkait pengajuan anggaran pelaksanaan pemilihan kepala daerah, sebelumya KPU telah melakukan pengajuan anggaran sejak jauh jauh hari yakninya pada februari 2019 lalu.

Hal ini dilakukan agar penganggaran pelaksanaan pilkada dapat dilakukan tepat waktu, dan hal ini mengacu pada penandatanganan naskah hibah daerah (NPHD) yang bisa dilakukan sebelum pelaksanaan tahapan pilkada yang akan dimulai pada 1 november 2019, namun hal tersebut tidak dilakukan.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Kita berharap dulunya pengajuan anggaran pilkada di Tanah Datar dibahas dalam perubahan anggaran pendapatan belanja daerah, hal ini agar penandatanganan naskah hibah daerah (NPHD) sesuai jadwal. Berdasarkan peraturan kemendagri, satu bulan sebelum tahapan dimulai NPHD telah ditanda tangani,” ucap Fahrul Rozy saat ditemui prokabar.com di kantornya.

Fahrul Rozi juga mengaku telah beberapa kali membahas terkait anggaran pelaksanaan pilkada itu bersama pihak pemda dan tim anggarannya atau TAPD. Dari dari 35 miliar rupiah yang kita anggarakan, pemerintah daerah hanya menyetujui sebesar 20 miliar rupiah.

Namun, dari besaran anggaran yang disetujui tersebut, dinilai KPU tidak akan memadai dalam pelaksanaan pilkada. Terlebih, pada pilkada mendatang adanya calon yang bakal maju melalui jalur independen atau non partai, jika pemerintah daerah ngotot merealisasikan anggaran pilkada sebesar Rp20 Miliar. KPU memastikan hal tersebut akan berdampak terhadap pelaksanaan tahapan pilkada.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Ini terjadi karena, pertama ada terjadi beberapa kenaikan. Pada pilkada 2015 lalu kita ajukan 17 M, dipulangkan 3 M.itu karena dulu kita mengajukan karena untuk calon independen maju sebanyak 2 pasang, ternyata sepasang dan itu pun tidak jadi karena tidak memenuhi syarat. Kini, kita mengajukan untuk sepasang calon independent kalau ada. Jika dua pasang calon independent kita akan kalang kabut jadinya. Kita berharap anggaran itu memadai. Selain itu juga terjadi kenaikan honor tenaga ad hoc. Diperkirakan bisa menghabiskan 12 M,” tuturnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Rozi juga mengaku, terkait anggaran tersebut, saat ini KPU bersama pemerintah daerah tengah melakukan rasionalisasi anggaran yang notabene diharapkan tidak mengganggu jalannya tahapan pilkada. Berdasarkan pebahasan tersebut, KPU mengajukan anggaran sebesar 26 miliar rupiah lebih.

“Setelah berkomunikasi dengan sekda dan dinas terkait, insyaallah kita akan NPHD dengan pemerintah daerah pada 21 oktober esok. Arti kata 14 hari setelah NPHD, anggaran baru bisa dicairkan. Meski demikian, KPU belum mengetahui besaran anggaran yang dianggarkan oleh pemerintah daerah,” tambahnya.

Rozi berharap, meski pencairan anggaran pilkada terlambat dari yang diperhitungkan, atau telah dimulainya tahapan pilkada 1 november 2019,  keterlambatan penandatangan dan pencaira  tidak akan mengganggu jalannya tahapa pilkada. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB