Novel Tentang Rahmah El Yunusiah Cetak Ulang

Penulis -

Jumat, 1 Januari 2021 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Insan dunia perbukuan tak perlu pesimis menghadapi zaman nirkertas (paperless). Animo publik terhadap buku masih tinggi, sungguhpun kedatangan teknologi membuat buku versi digital memang sempat mengkhawatirkan.

“Ini kabar baik di awal tahun. Novel biografi Perempuan yang Mendahului Zaman dicetak ulang. Masih ada novel-novel akan dicetak ulang,” ungkap Sastrawan Khairul Jasmi, Jumat (1/1).

Novel Perempuan yang Mendahului Zaman (PyMZ) diterbitkan oleh RepublikaPenerbit, November 2020. Masih terbilang baru dan mendapat sambutan positif dari masyarakat pembaca sastra negeri ini.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Penetrasi pasar buku sastra memang agak sulit, namun kini dibantu oleh promosi dan penjualan online. Booming android sesungguhnya bukan ancaman jika ada kreativitas dalam promosi. Akses terhadap buku justru lebih terbuka dari sebelumnya. Walau memang para penerbit dan penulis kini harus berhadapan dengan buku bajakan. Pembajakan buku kini masih terus berlangsung.

Sementara itu dalam hal buku digital, kelemahan yang terasa bagi sebagian orang yang belum terbudaya dengan versi ini. Seni membaca buku versi cetak belum terkalahkan. Belum lagi soal tumpulkan file buku yang menyulitkan dan melupakan. Butuh trik pula dalam membaca pada versi digital.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Novel Biografi memang berguna untuk membaca sejarah dalam bentuk lain. Ini juga pertimbangan dalam penulisan dan pertimbnagan kebutuhan bacaan bagi publik,” ujar Khairul Jasmi.

Novel biografi PyMZ, kisah heroik Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah (1900-1969) dalam berjuang mendirikan pendidikan perempuan dan melawan kolonialisme, dicetak bulan ini. Sebelum novel ini, Khairul Jasmi menulis novel biografi Inyiak Sang Pejuang (ISP). Novel tentang Syeikh Sulaiman Arrasuly, pendiri Madrasyah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang dan pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dicetak Februari.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Tentu saja ini membahagiakan, yang jelas sebagai penulis. Urusan kita ya menulis. Menulis itu kerja keabadian. Hidup seratus tahun lagi, kata Chairil Anwar. Kabar ini juga hendaknya jadi kabar bahagia penulis lain untuk terus bergiat tiada henti. Jangan surut karena keadaan yang sering kali sebenarnya tipuan-tipuan atas kebaruan yang terus datang dan pergi. Konsistensi, kira-kira begitu,” papar putra Sungayang, Tanahdatar, Sumbar ini. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB