Pasaman, Prokabar — Penderita stunting alias terlambatnya pertumbuhan anak sangat mengkawatirkan di Pasaman. Awal Juli lalu, Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI merilis, penderita stunting di Pasaman mencapai 5212 anak. Nomor satu terbanyak di Sumatera Barat yang kemudian diikuti Pasaman Barat 4070 anak.
Prihatin akan hal ini, Kecamatan Panti ambil sikap. Terutama pemerintahan Nagari Panti Selatan. Nagari ini membuat program inovasi, dimana pemerintahan nagari menjadi ujung tombak untuk pencegahan dan penanggulangan stunting di nagari.
“Kami pemerintah nagari menggelar rembug stunting. Menghadirkan kader posyandu dan kaum ibu di nagari ini. Tujuannya, mengedukasi semua pihak, terutama kaum ibu perihal bahayanya stunting, pencegahan dan penaggulangan. Peserta sangat antusias dan kami yakini ini adalah cara paling ampuh untuk menghindari anak-anak nagari kami dari stunting,” kata Walinagari Panti Selatan, Aswir Karim.
Tidak saja edukasi, dipastikan Aswir, pemerintahan nagarinya bakal habis-habisan dalam mencegah stunting. Terutama melalui berbagai program penunjang kepada anak dan ibu yang menyusui. “Nanti kami bakal menyediakan segala hal yang dibutuhkan, vitamin untuk anak dan ibu serta kebutuhan penunjang lainnya yang bakal kami sinergikan dengan pihak Dinas Kesehatan dalam hal ini, kader posyandu,” tukas Aswir. (Ola)
















