Kisah Nenek Manih 96 Tahun, Hidup Tanpa Penerangan Jamban dan Air Bersih. Simak Kabarnya

Penulis -

Rabu, 7 Maret 2018 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Malang betul nasib Andam Dewi (96 tahun), hampir 36 tahun hidup sebatang kara di rumahnya Dusun Kajai, Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Sedihnya lagi, Andam Dewi biasa dipanggil Manih, hidup di rumah reot tidak layak huni tanpa lampu penerangan dan listrik, tanpa jamban serta saluran air bersih. Untuk mendapatkan air mandi dan minum, Manih harus berjalan 500 meter ke rumah tetangga. Kondisi fisik yang lemah dan rentan membuat nenek  sering terjatuh dan cidera pada kaki dan tangannya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Rumah yang dihuni manih saat ini, bantuan gempa 2009, namun rumah yang dibangun anaknya itu tidak selesai  karena keterbatasan uang.

Suami Manih meninggal 1966 . Manih memiliki  dua orang anak, namun anak perempuannya meninggal akibat penyakit campak saat berusia belia.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Kini, Manih memiliki seorang anak laki-laki, satu-satunya keluarga yang masih peduli dan selalu mengurus kebutuhannya.

Namun anak semata wayang bernama Herman, kehidupannya juga tak bisa diharapkan banyak membantu.

 

Foto Andam Dewi Nenek Sebatang Kara di Pariaman (rud)
Foto Andam Dewi Nenek Sebatang Kara di Pariaman (rud)
Foto Andam Dewi Nenek Sebatang Kara di Pariaman (rud)

Informasi ini tersebar ke publik ketika diunggah ke media sosial oleh Babinkamtibmas Koto Marapak, Bripka Subur Prayitno.

“Saya pertama kali melihat nenek Manih sekitar satu bulan yang lalu. Saat sang nenek hendak ke kedai meminta sesuatu yang bisa dimakan. Prihatin dan merasa terpanggil untuk membantunya,” jelas Subur ketika ditaya alasan mengunggah informasi itu ke Facebook.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sementara itu Kepala Desa Koto Marapak akan membuatkan tower air untuk mengaliri desa yang rawan krisis air bersih ini.

“Salah satu yang kita prirotaskan adalah mengalirkan air ke rumah nenek Manih,” terang Yuhaldi, Kepada Desa Koto Marapak. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB