Payakumbuh, Prokabar – Misa malam hingga hari Natal di Gereja Santo Fadelis Payakumbuh, Sumbar, berlangsung aman, Rabu (25/12).
Polisi berjilbab hingga pemuda muslim, ikut mengamankan jalannya peribadatan umat Kristiani asal Payakumbuh dan Limapuluh Kota itu.
Selain polisi yang dipimpin langsung Kapolres Payakumbuh AKBP Doni Setyawan, tampak pula ikut mengamankan, jajaran TNI, Kejaksaan, ormas, dan pemuda Muslim asal wilayah sekitar gereja.
“Kepolisian Resor (Polres) Kota Payakumbuh berupaya menepis tudingan inteloransi di Sumatera Barat. Caranya dengan memastikan keamanan perayaan Natal di Kota Payakumbuh,” sebut Kapolres Doni Setyawan, dihubungi Prokabar, Rabu (25/12) siang.
Kapolres Doni, adalah polisi yang dicintai masyarakat di wilayah hukumnya. Saat bencana dia turun, bahkan berkubang tanah. Di waktu lain, dia juga kerap menerjunkan anak buah membersihkan masjid lewat program Jum’at bersih dan baroqah.
“Kita ingin menunjukkan perayaan Natal di Payakumbuh itu rukun. Kita mau melawan cerita-cerita orang terkait intoleransi di Sumbar,” tutur Doni didampingi PJU Polres Payakumbuh.
Polresta Payakumbuh bersama Kodim, Satpol PP, pemuda kelurahan, Linmas dan Pemuda Pancasila kemarin dan hari ini memantau pengamanan Gereja Santo Fidelis di Payakumbuh Utara. Di sana pemeluk Nasrani di Payakumbuh merayakan Natal 2019.
Dony juga ikut memantau pengamanan untuk memastikan situasi aman dan terkendali. Dony menyebut kepolisian dan pemuda setempat akan dengan mudah mengetahui bila ada pihak yang bukan pemuda gereja masuk ke lokasi perayaan Natal. Hal itu membuat pihak keamanan dengan mudah memfilter orang asing masuk.
AKBP Dony juga mengingatkan personelnya agar tidak lengah dalam menjalankan tugas. Untuk perataan Natal di Kota Payakumbuh ini, Polresta mengerahkan sebanyak 160 personel.
Para tokoh masyarakat mengapresiasi, pola merawat keberagaman dan kerukunan yang dilakukan Kapolres Doni Setiawan. “Negara hadir, sesuai semangat bapak Presiden Jokowi, bapak Kapolri dan bapak Kapolda Sumbar,” kata Muhammad Bayu Vesky, tokoh muda Luak Limopuluah.
Sebelumnya, santer kabar menyebut, perayaan natal di beberapa wilayah di Sumbar, itu terganggu. Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, bahkan langsung turun ke Dharmasraya memastikan kabar itu. Rupanya, tidak benar. Tokoh kristiani di sana, justru heran kenapa kabar tersebut bisa bersileweran.
“Terimakasih, Kapolres Doni yang memberdayakan masyarakat untuk membantu pengamanan ibadah dan perayaan agama umat kristiani,” puji Kapolda Irjen Toni.
Kapolda Sumbar memastikan, terus memonitor pengamanan natal oleh anak buahnya. “Masih ada lanjutan giat hari ini untuk kita berikan rasa aman penyelenggaraan ibadah dan perayaan umat kristiani dan jangan sanpai terjadi perilaku intolrensi di masyarakat Sumbar yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama,” demikian Kapolda. (vbm)

















