Daerah

Nasrul Abit Tunggu Sidang Terbuka di DPRD Pessel, Ini Perkaranya

Pessel, Prokabar – Polemik terhentinya pembangunan RSUD M. Zein Painan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus bergulir di hadapan publik.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit terus disebut-sebut salah mengambil kebijakan oleh Pemkab Pessel.

Hingga kini, Nasrul Abit masih menunggu undangan sidang terbuka di DPRD Pesisir Selatan (Pessel) terkait polemik pembangunan RSUD M Zein yang dikaitkan dengan dirinya oleh Bupati Pessel, Hendrajoni.

“Saya masih menunggu, saya siap ayo kita buka-bukaan,” tegasnya usai memberikan materi dalam Orientasi Anggota DPRD Dharmasraya, kemarin di Padang.

Nasrul Abit selama dirinya diam, karena tidak ingin berpolemik dengan Hendrajoni, namun karena dirinya selalu dipojokkan dalam kasus tersebut akhirnya dia menantang balik untuk sidang terbuka sehingga bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Pessel dan tidak menjadi bola liar.

“Saya juga sedang menunggu undangan sidang terbuka dari DPRD Pessel, agar jangan jadi bola liar dan masyarakat tahu siapa yang akan masuk penjara. Kita tunggu saja,” ujarnya.

Dikatakannya, pembangunan rumah Sakit M Zein Painan telah melalui kajian yang mendalam dan mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak, mulai dari legislatif, dinas terkait dan tokoh masyarakat Painan.

“Ada kajiannya semua, termasuk mengapa dibangun di atas bukit. Ini untuk kepentingan masyarakat. Saya akan uraikan dalam sidang terbuka,” jelasnya.

Lanjut mantan bupati dua periode itu mengatakan, tidak mau menanggapi orang perorang dan berpolemik di media. Maka, sidang terbuka diyakini sangat efektif karena melibatkan semua unsur.

“Sekarang tergantung anggota dewan Pessel dan tergantung Hendrajoni, kita tunggu undangan mereka untuk sidang terbuka,” katanya.

Disampaikannya, pembangunan RSUD M Zein Painan merupakan kesepakatan bersama. Bukan keputusan pribadi dirinya yang saat itu menjabat bupati.

Pada kesempatan itu, Nasrul Abit mengaku, dirinya salah satu kepala daerah yang tidak dilanjutkan programnya oleh bupati setelahnya. Hal itu berbanding terbalik yang dia lakukan bersama Irwan Prayitno memimpin Sumbar.

“Kami tetap menjaga dan melanjutkan pembangunan di Sumbar demi kepentingan masyarakat, Masjid Raya Sumbar masa pak Gamawan Fauzi kami lanjutkan, begitu kita menjaga hubungan dan itupun untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan partai pemenang dalam kontentasi Pileg 2019 mendorong sidang terbuka terkait polemik penghentian pembangunan RSUD M. Zein oleh Bupati Pessel Hendrajoni.

Hendrajoni menyebutkan, kelanjutan pembangunan gedung RSUD M.Zein Painan yang berlokasi di puncak Kabun Taranak, Kecamatan IV Jurai tak bisa dilanjutkan dikarenakan ada kebijakan yang salah oleh bupati sebelumnya. Padahal progres pembangunan telah mencapai 80 persen.

Gedung baru RSUD M. Zein Painan dibangun melalui pinjaman Pemkab Pessel pada PIP sebesar Rp99 miliar, berdasarkan Perda nomor 4 tahun 2013, tentang Pinjaman Pemerintah Daerah Pada PIP.

Dari dana tersebut Rp96 miliar dipakai untuk konstruksi. Sedangkan sisanya yang sebesar Rp3 miliar digunakan sebagai biaya pengadaan peralatan kesehatan (Alkes), tutupnya,(min)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top