Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Naskah Kuno sebagai Inspirasi Motif Baru bagi Rumah Batik Tulis Salingka Tabek

Dibaca : 123

Padang, Prokabar — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Batik Salingka Tabek, Kabupaten Solok, Jumat (19/12). Pengabdian ini secara khusus untuk mensosialisasikan potensi iluminasi naskah kuno Minangkabau, khususnya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Solok, sebagai sumber pengayaan desain motif batik.

Ketua pelaksana, Dr. Pramono sekaligus seorang Filolog dari Unand mengatakan, di wilayah Kabupaten Solok masih banyak ditemukan warisan budaya tertulis dalam bentuk naskah kuno. “Pada tahun ini, kami telah berhasil mendigitalkan 14.976 halaman naskah kuno koleksi Surau Parak Pisang dan Surau Cupak di Kabupaten Solok” ungkapnya.

Menurutnya, masih ada beberapa koleksi khazanah naskah kuno di wilayah Kabupaten Solok yang belum diselamatkan. Khazanah naskah kuno tersebut, selain mengandung teks yang beragam seperti agama, sastra, sejarah, pengobatan tradisional, dan lain-lain, juga terdapat beberapa iluminasi atau ragam hias. Ragam hias ini sangat khas dan eksotik, baik dari segi bentuk maupun warnanya.

Keragaman dan kekhasan iluminasi naskah kuno itu sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi desain motif batik. Dalam hal ini Yusrizal selaku pemilik Rumah Batik Tulis Salingka Tabek, sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. “Kami akan punya inspirasi yang luar biasa dari adanya temuan iluminasi naskah kuno dari Kabupaten Solok. Terutama untuk pengembangan desain motif batik. Selama ini kami hanya mengandalkan ragam hias ukiran rumah gadang,” terangnya.

Ketua LPPM Unand, Uyung Gatot S. Dinata menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Unand. “Mulai tahun ini hingga tahun 2023, Unand akan melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk program kemitraan masyarakat yang berbasis nagari dan dunia usaha yang terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan,” imbuh Uyung Gatot.

“Harapannya, pengabdian ini akan membantu peningkatan berbagai aspek usaha kecil atau menengah atau kelompok usaha-usaha tersebut secara berkelanjutan selama 2-3 tahun ke depan,” jelasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top