Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Nagari Duo Koto Kembangkan Perkebunan Kopi Dan Agrowisata

Ilustrasi / Int
Dibaca : 522

Tanjung Raya, Prokabar – Pemerintahan Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam hendak mengembangkan perkebunan kopi seluas 20 hektar. Saat ini, sudah mulai seluas 3 hektar. Program tersebut mengingat potensi alam yang subur dan cocok untuk pengembangan perkebunan kopi di sana.

Menurut Walinagari Duo Koto, Joni Safri, Perkebunan kopi ini melalui kerjasama dengan pemilik lahan masyarakat, yang belum dijamah dan dikelola. Terdapat puluhan bahkan ratusan hektar lahan perkebunan yang tidak dikelola pemiliknya. Padahal itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri. Ditambah lagi, Nagari Duo Koto juga memiliki pasar tradisional bernama Balai Akaik sebagai tempat penampungan hasil pertanian. Di Nagari lain seperti Di Nagari Koto Kaciak, Nagari Bayur, Maninjau, dan Sungai Batang juga memiliki pasar tradisional aktif sekali satu pekan.

Saat ini, pemerintahan nagari yang ia pimpin telah membentuk sekelompok pengelola, agar penanaman kebun kopi tersebut sesuai target dan harapan yang akan dicapai.“Kita sudah membentuk sekelompok pemuda yang sebagian besar dari pemuda. Selain memberdayakan potensi yang ada, hal tersebut memutus mata rantai pengangguran pemuda saat ini. Dan kita akan mengarahkan mereka dari hal-hal buruk menjadi positif membangun kampung,” terang Joni.

Pemerintah Kabupaten Agam telah membangun Destinasi Wisata Linggai di Nagari Duo Koto. Dan momentum ini merupakan peluang hebat untuk dilanjutkan. “Kita akan merambah segala potensi pendukung yang ada di nagari ini. Beragam peninggalan sejarah di sini yang dapat menjadi ciri khas tersendiri. Seperti Surau Gadang Usang yang sangat unit dan kiramat, Lasuang Kamba, Batu Duduak dan Batu Meja serta beragam peninggalan nenek moyang lainnya,” tutur Walinagari Duo Koto.

Hasil produksi kopi, akan diolah menjadi racikan kopi khas Nagari Duo Koto serta langsung mendirikan sebuah café kopi sebagai wadah atau tempat pengunjung nantinya. “Selain Kopi, kita juga telah melakukan ternak Kambing Etawa sebagi penbghasil susu Kambing. Hasil produksi susu kambing dan kopi ini menjadi daya tarik tinggi wisatawan untuk berkunjung ke sini,” terangnya.

Sementara itu, pengembangan kopi ini pengelola menggunakan pupuk kopos dan pupuk kandang. “Alhamdulillah, di Nagari Duo Koto telah memiliki peternakan Sapi dan Kambing Etawa. Dalam hal ini, kotoran sapid an kambing ataupun hewan ternak lainnya yang ada di sini, kita olah langsung menjadi pupuk,” ujar Ramadhani Putra, pengelola dari perkebunan kopi tersebut.

Ia melanjutkan agar perkebunan kopi lebih dan produktif, perawatan dilakukan secara ketat dan intensif. Pembersihan dilakukan dengan rutin, sehingga tidak ada satupun tanaman parasit yang mengganggu tanaman kopi. Selain itu, agar kebutuhan ekonomi masyarakat tetap mendapat secara mingguan, di sekitar perkebunan kopi juga ditanam pohon pelindung dan produktif. “Kita tahu bahwa, tanaman kopi baru bisa menghasilkan butuh waktu yang lama. Agar kebutuhan ekonomi atau pengelola dapat tetap menghasilkan, maka di sekitar kebun kita tanami Cabe. Pohon alpukat juga kita tanam sebagai pohon pelindung tanaman kopi,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top