Nagari Duo Koto Akan Jadi ”Kampung Kopi”

Penulis -

Senin, 20 Juli 2020 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Pemerintah Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, tengah berupaya mengembangkan komoditi perkebunan jenis kopi di nagari itu.

Karena komitmen yang tinggi dalam mengembangkan komoditi itu, pihak nagari sudah membentuk komunitas yang akan mengelola yaitu komunitas kampung kopi, beranggotakan 5 orang dari unsur masyarakat.

Wali Nagari Duo Koto, Joni Safri  mengatakan pihaknya bekerjasama dengan masyarakat, yang ingin lahannya digarap oleh nagari karena tidak punya modal untuk mengolahnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Menurutnya, ini dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya. Sebelumnya lahan yang dibiarkan kosong karena tidak ada modal untuk menggarap, sekarang mereka tinggal menunggu hasil dari panen kopi tersebut.

“Kesepakatan bersama pemilik lahan dengan cara bagi hasil 30-70 setiap kali panen selama 14 tahun. 30 untuk pemilik lahan dan 70 komunitas dan nagari,” ujarnya dilansir Prokabar dari MC Agam, Senin (20/7).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Hingga kini, katanya sudah tersedia lahan sekitar 20 hektar, dari 17 orang pemilik tersebar di Jorong Koto Tinggi dan Jorong Mudiak.

“Karena juga terkendala anggaran, lahan baru bisa tergarap sekitar 3 hektar yang saat itu bermodalan sekitar Rp40 juta,” sebut Joni.

Sejak 2 tahun lalu pihaknya sudah merancang budidaya kopi, tetapi sekitar 1 tahun lebih baru bisa terlaksana. Saat ini kopi sudah berbunga, diperkirakannya 1 tahun ke depan telah bisa dipanen.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Komitmen Joni Safri dalam mengembangkan kopi adalah menjadikan Nagari Duo Koto sebagai kampung kopi. Ia juga mendorong masyarakat untuk budidaya kopi atau komoditi lainnya, sebagai upaya mengalihkan mata pencaharian dari danau ke darat.

“Untuk itu kita berharap ada bantuan CSR dari perusahaan, dalam mewujudkan Duo Koto sebagai kampung kopi. Begitu juga pembinaan dari Pemkab Agam,” ulasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB