Nagari di Padang Pariaman Angkat Permainan Tradisional

Penulis -

Minggu, 29 Desember 2019 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parit Malintang, Prokabar – Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mengangkat kembali permainan tradisional yaitu di antaranya takena-kena, cakampar, dan tumbuak lana-lana yang sudah lama tidak dimainkan oleh anak-anak di daerah itu.

“Kami ingin mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda karena saat ini mereka lebih memilih bermain gawai sehingga apabila dibiarkan maka permainan ini akan hilang,” kata Pelaksana Tugas Wali Nagari Lareh Nan Panjang Riki Harianto di Kecamatan VII Koto, Minggu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia mengatakan permainan tumbuak lana-lana yaitu sejumlah anak-anak duduk melingkar dan kedua belah tangan mengepal disusun dengan tangan teman lainnya, lalu menyanyikan lagu permainan itu.

Sedangkan dua permainan lainnya yaitu cakampar menggunakan batu yangdiletakkan di punggung telapak kaki sedangkan takena-kena yaitu sejumlah pemain membuat melingkar dan saling menyelipkan kaki.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Permainan itu,kata dia dulunyadimainkan oleh anak-anak saat berkumpul-kumpul ketika pergi mengaji namun saat ini tidak mainkan lagi di daerah itu.

Ia menyampaikan permainan tersebut memiliki filosofi mendalam yaitu di antaranya menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.

“Jadi sekarang kami kenalkan kembali kepada generasi muda,” katanya.

Pengenalan tersebut bersamaandengan pelaksanaan MTQ nagari dan penampilan seni budaya adat Minangkabau serta agama yang dilaksanakan 27 dan 28 Desember kemarin.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia menjelaskan pelaksanaan kegiatan itu sengaja dilaksanakan akhir tahun karena biasanya pada saat itu pemuda di daerah tersebut membuat kegiatan yang tidak bermanfaat dan mengarah kepada kenakalan remaja.

Ia berharap dengan dilaksanakan kegiatan yang menampilkan kesenian dan budaya ini diharapkan tidak saja dapat mengangkat kembali permainan yang telah lama hilang namun juga dapat menghindarkan remaja dari pergaulan bebas.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB