Pasaman, Prokabar — Hingga tahun 2018, kinerja Pemkab Pasaman ternyata masih jauh dari target. Banyak indikator kinerja sasaran dan indikator kinerja utama belum tercapai sampai dengan akhir tahun kemarin.
“Ini tentunya menjadi PR bagi kita semua. Mari kita perbaiki semuanya, jangan seperti yang sudah-sudah lagi,” kata Bupati Pasaman, Yusuf Lubis usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) kabupaten tahun 2020, Kamis (21/3).
Di sisi lain, Musrenbang yang mengangkat tema peningkatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastuktur, dan perekonomian masyarakat itu, malah tidak begitu membawa kabar baik di tengah masyarakat.
“Pasalnya, tidak ada tindakan nyata yang membuat roda ekonomi masyarakat berjalan lancar. Buktinya saja, sudah hampir habis pula bulan Maret, yang paket pekerjaan pembangunan fisik belum juga terlaksana. Padahal usai pelantikan Sekda Pasaman, Mara Ondak sekitar satu bulan lalu, kinerja bapak itu, tak kunjung tampak. Terutama menggawangi kinerja para ASN,” kata Karni, salah satu masyarakat di Lubuk Sikaping.
Bahkan, masyarakat juga bertanya-tanya, apa benar yang terjadi di tubuh Pemkab Pasaman. Kinerja semakin merosot, APBD tiap tahun turun, serapan anggaran anjlok, visi misi yang katanya agamis, malah banyak pula kasus asusila di sana-sini. Seperti yang diberitakan, sudah-sudah.
“Saya baca berita, Sekda bakal melakukan ini, melakukan itu, dinas-dinas bakal bangun ini itu, tapi sampai sekarang tidak tampak apa yang dicuap-cuapkan. Sebentar lagi bulan puasa, kapan lagi pembangunan akan jalan di Pasaman, alamat keram pula kapal Pemkab Pasamab di tahun 2020,” tutup Karni. (Ola)
















