Musim Kemarau, Ratusan Desa Di Blora Kekeringan

Penulis -

Minggu, 5 Agustus 2018 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blora, Prokabar — Ratusan desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai merasakan dampak kekeringan musim kemarau. Menyikapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blorta menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang kesulitan air.

Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Blora Sri Rahayu mengemukakan bantuan air disalurkan secara bertahap sesuai dengan usulan daerah yang rawan  kekeringan. Kali pertama air bersih disalurkan ke Desa Doplang, Kecamatan Jati.

Ia menjelasnkan, masyarakat sangat antusias mengambil air bersih yang disalurkan dari truk tangki suplai air BPBD Blora. Air satu tanki langsung habis diserbu warga hanya beberapa waktu saja.

“Karena musim kemarau sudah tiba, dan sudah banyak desa yang melaporkan kekurangan air ke BPBD. Maka kami salurkan bantuan ke desa-desa yang kekeringan. Hari pertama ini kita menyasar ke Kecamatan Jati,” ujar Sri Rahayu, di Blora, Minggu (5/8).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Penyaluran air bersih, mulai dilaksanakan BPBD Blora mulai awal bulan Agustus 2018 dengan menyasar beberapa desa yang ada di wilayah Blora Selatan. Berdasarkan data yang diterima dari BPBD Blora, setidaknya sudah ada delapan desa yang diberikan bantuan air bersih.

Pihaknya meminta agar seluruh Kepala Desa / Kelurahan di Kabupaten Blora bisa melaporkan ke BPBD jika wilayahnya terjadi kekeringan atau kesulitan air bersih. Sebab, seluruh bantuan air bersih dikoordinir oleh BPBD.

“Diperkirakan puncak musim kemarau di Kabupaten Blora adalah pertengahan Agustus ini hingga bulan September nanti,” kata Sri Rahayu.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Beberapa desa yang sudah diberikan bantuan air bersih pada awal bulan Agustus 2018 di antaranya Desa Doplang 3 truk tangki, Desa Jegong 3 truk tanki, Desa Jati 3 tangki (Kecamatan Jati), dan Desa Klopoduwur (Kecamatan Banjarejo) sebanyak 1 tangki.

Menyusul penyaluran bantuan air bersih ke Desa Singget 3 tangki, Desa Gabusan 3 tangki, Desa Tobo 3 tangki, Desa Gempol 3 tangki, kesemuanya di  Kecamatan Jati.

Pihaknya menilai, Kecamatan Jati terparah  kekeringan setiap tahun di Kabupaten Blora. “Karena armada di BPBD Blora terbatas, hanya 3 truk. Sehingga penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Ia tidak menampik jika ada organisasi atau lembaga lainnya yang peduli ikut membatu air bersih ke wilayah desa yang mengalami kekeringan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Menurut Sri Rahayu, jumlah desa di Blora yang mengalami dampak kekeringan terus meningkat. Hingga awal Agustus ini, terdata sudah ada 146 desa di 14 kecamatan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sehingga, dengan kondisi ini, kita sudah tetapkan status darurat bencana kekeringan. Penetapan status ini dilakukan menyusul makin banyaknya jumlah desa yang dilanda kekeringan,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk penanganan bencana kekeringan tahun ini, sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp500 juta. Dana ini disiapkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanganan bencana kekeringan, khususnya droping air bersih pada masyarakat. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru