Pasaman, Prokabar — Hujan tidak ada henti-hentinya melanda Pasaman akhir-akhir ini. Tidak saja menyebabkan banjir dan longsor, hujan ternyata juga membuat suara-suara aspirasi warga bergentayangan. Mulai di laman media sosial, Fb, twiter atau instagram hingga grup media sosial seperti whatsapp.
Suara-suara masyarakat ini motifnya sama. Harapan yang masih belum terealisasi atas janji-janji pembangunan oleh pemerintah, baik itu pemerintah nagari, kecamatan atau kabupaten.
Seperti yang diutarakan Rinal. Warga Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping. Bandar cacing alias irigasi yang berada di areal persawahan menjadi momok menakutkan setiap musim hujan. Sebab irigasi ini belum tersentuh pembangunan permanen dan menyebabkan banjir ke rumah warga hingga merusak areal sawah.
Hal serupa juga diutarakan Amir Mahmud Daulay. Di tempat ia tinggal, di Pegang Baru, Jorong Pegang Baru, Nagari Bahagia Kecamatan Padang Gelugur, irigasi sawah yang belum dibangun permanen juga dikeluhkan.
Sudah berbuih mulut warga meminta pemerintah terkait memperhatikan hal kecil-kecil seperti ini. Namun, belum juga ada tindakan.
“Dilihat memang ini masalah kecil, anggarannya tida besar bila terealisasi, namun dampaknya ini yang besar. Gagal panen, sawah rusak hingga banjir yang sampai ke pemukiman warga. Makanya kami minta tanggapilah keluhan kami ini,” tukad Amir. (Ola)
















