Musim Bunga, Aglonema Rajai Pasaran di Pasaman

Penulis -

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Musim bunga melanda Pasaman. Mabuk kepayang kaum Ibu-ibu untuk koleksi bunga. Sampai-sampai pusing kepala keluarga memikirkan rak-rak tempat bunga untuk sang istri. Beruntung, tukang bunganya, jual beli meningkat.

Pantauan Prokabar.com, paling laris bunga aglonema, sejenis bunga keladi dengan varian daun yang penuh warna. Bahkan nilai jualnya pun tidak tanggung-tanggung. Mencapai Rp500 ribu untuk satu pot dengan jenis tertentu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Saya hanya sekedar hobi. Ketularan dari istri, makanya ikut juga mengkoleksi bunga aglonema. Kalau dibeli, macam-macam harganya, mulai dari Rp50 ribu satu pot sampai Rp500 ribu,” kata Yunefrizal, salah satu kepala keluarga penghobi bunga.

Tidak saja penjual bunga, tukang rak-rak pun ramai pesanan. Seperti yang diakui Rahmat Ega. Sejak musim bunga, ia kebanjiran pesanan. Tak tanggung-tanggung, pesanan yang masuk sampai-sampai tak terkerjakan.
“Alhamdulillah, untuk penjualan rak-rak lumayan laris. Saya khusus rak-rak berbahan kayu saja. Untuk nilai jual, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp400 ribuan,” kata Ega.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Tidak saja Ega, pembuat tanah untuk media tanam juga kebanjiran pesanan. Rata-rata, penjualan per hari mencapai 10 hingga 15 karung. Dengan nilai jual Rp15 ribu per karung. “Kalau hari-hari biasa hanya satu atau dua karung sehari. Itupun, tidak menentu. Saat musim bunga seperti ini, permintaan dari kaum ibu-ibu banyak. Sebab, media tanam kami cukup baik, berbahan tanah kompos, dicampur sekam yang sudah dibakar dan pupuk kandang dari hewan sapi ataupun kamping ditambah nutrisi yang sengaja dicampur untuk penyubur tanaman,” kata Andi, salah satu pembuat tanah media tanam di Lubuk Sikaping. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB