Sungai Batang, Prokabar – Setiap kali hujan lebat melanda, setiap itu pula aliran sumber air bersih masyarakat Jorong Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Dan kondisi ini, hampir seluruh masyarakat Selingkar Danau Maninjau mengalami hal yang sama.
Wali Jorong Batung Panjang, Fajri Datuak Mangkuto Nan Basa mengatakan, ketika hujan lebat, kecemasan warga langsung terjadi.
Akan membayangkan sulitnya air bersih karena tersumbat di pusat hulu air bersih.
“Untuk mengatasinya, kami masyarakat harus bergotong royong. Membersihkan pasir dan sampah dedaunan yang menyumbat bak penampung. Lebatnya hujan, selalu membuat sungai kecil sebagai sumber air bersih membesar dan keruh,” terangnya.
Arus yang kuat dari pusat hulu lanjutnya, membawa tanah dan sampah ke lubang penampung bak air warga. Akhirnya menumpuk dan menyumbat sumber air bersih yang seharusnya mengalir ke tiap rumah warga.
“Parahnya, kondisi pipanisasi dan bak penampung air bersih dari atas perbukitan Lohong hingga ke rumah-rumah warga, sudah banyak yang rusak. Ditambah lagi struktur perbukitan yang tidak datar dan berkelok-kelok. Sumber air bersih pun tidak besar, besar pipa hanya 2,5 centi perkubik pula,” ungkapnya.
Tidak jarang pula terjadi konflik, disaat warga berusaha menyalurkan air itu dengan cara menyumbat saluran pipa. Bertujuan bisa lancar masuk air ke rumah seorang warga.
“Kami sering menyelesaikan persoalan warga dan memang harus ada langkah kongkrit solusi jangka panjang,” ujarnya.
Di jorong ini merupakan Kampung Kelahiran Buya Hamka beserta Ayahnya, Syekh Abul Karim Amrullah. Terdapat empat tapian (setingkat Rukun Tetangga atau RT) dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 824 jiwa atau 230 Kepala Keluarga (KK).
“Semua jumlah warga ini lah selalu rutin membutuhkan air bersih. Untuk mandi, mencuci, memasak dan kebutuhan lainnya. Karena air adalah sumber kehidupan manusia,” tuturnya.
Saluran air bersih belum memadai ini pula yang menjadi problema dan masalah di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang berada tepat di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Beruntung di masa pandemi ini, kunjungan wisatawan dari Asia dan Eropa masih dibatasi.
“Sebelum pandemi covid-19, kunjungan wisatawan Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura sangat banyak berdatangan. Salah satu destinasi paling favorit bagi pelancong Malaysia. Namun pengunjung itu sering mengeluh minimnya air bersih di toilet,” tuturnya.
Di sini juga terdapat 2 unit situs cagar budaya, 2 unit sekolah, 1 unit Pustu (Puskesmas Pembantu), 2 unit Paud & TK, 4 unit sarana ibadah satu diantaranya masjid. Serta terdapat sekitar 300 unit rumah pemukiman penduduk.
“Kondisi itu terus berulang-ulang terjadi dan berharap menjadi perhatian serius dari Pemerintah di bidang Pekerjaan Umum. Padahal telah masuk dalam anggaran tahun ini, tapi masih belum ada kejelasannya hingga saat ini,” kata Wali Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang tersebut. (rud)
















