Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Terkendala Air Bersih

Penulis -

Minggu, 22 Agustus 2021 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Batang, Prokabar – Setiap kali hujan lebat melanda, setiap itu pula aliran sumber air bersih masyarakat Jorong Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Dan kondisi ini, hampir seluruh masyarakat Selingkar Danau Maninjau mengalami hal yang sama.

Wali Jorong Batung Panjang, Fajri Datuak Mangkuto Nan Basa mengatakan, ketika hujan lebat, kecemasan warga langsung terjadi.

Akan membayangkan sulitnya air bersih karena tersumbat di pusat hulu air bersih.

“Untuk mengatasinya, kami masyarakat harus bergotong royong. Membersihkan pasir dan sampah dedaunan yang menyumbat bak penampung. Lebatnya hujan, selalu membuat sungai kecil sebagai sumber air bersih membesar dan keruh,” terangnya.

Arus yang kuat dari pusat hulu lanjutnya, membawa tanah dan sampah ke lubang penampung bak air warga. Akhirnya menumpuk dan menyumbat sumber air bersih yang seharusnya mengalir ke tiap rumah warga.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Parahnya, kondisi pipanisasi dan bak penampung air bersih dari atas perbukitan Lohong hingga ke rumah-rumah warga, sudah banyak yang rusak. Ditambah lagi struktur perbukitan yang tidak datar dan berkelok-kelok. Sumber air bersih pun tidak besar, besar pipa hanya 2,5 centi perkubik pula,” ungkapnya.

Tidak jarang pula terjadi konflik, disaat warga berusaha menyalurkan air itu dengan cara menyumbat saluran pipa. Bertujuan bisa lancar masuk air ke rumah seorang warga.

“Kami sering menyelesaikan persoalan warga dan memang harus ada langkah kongkrit solusi jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Di jorong ini merupakan Kampung Kelahiran Buya Hamka beserta Ayahnya, Syekh Abul Karim Amrullah. Terdapat empat tapian (setingkat Rukun Tetangga atau RT) dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 824 jiwa atau 230 Kepala Keluarga (KK).

“Semua jumlah warga ini lah selalu rutin membutuhkan air bersih. Untuk mandi, mencuci, memasak dan kebutuhan lainnya. Karena air adalah sumber kehidupan manusia,” tuturnya.

Saluran air bersih belum memadai ini pula yang menjadi problema dan masalah di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang berada tepat di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Beruntung di masa pandemi ini, kunjungan wisatawan dari Asia dan Eropa masih dibatasi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sebelum pandemi covid-19, kunjungan wisatawan Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura sangat banyak berdatangan. Salah satu destinasi paling favorit bagi pelancong Malaysia. Namun pengunjung itu sering mengeluh minimnya air bersih di toilet,” tuturnya.

Di sini juga terdapat 2 unit situs cagar budaya, 2 unit sekolah, 1 unit Pustu (Puskesmas Pembantu), 2 unit Paud & TK, 4 unit sarana ibadah satu diantaranya masjid. Serta terdapat sekitar 300 unit rumah pemukiman penduduk.

“Kondisi itu terus berulang-ulang terjadi dan berharap menjadi perhatian serius dari Pemerintah di bidang Pekerjaan Umum. Padahal telah masuk dalam anggaran tahun ini, tapi masih belum ada kejelasannya hingga saat ini,” kata Wali Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB