Trending | News | Daerah | Covid-19

Opini

Mulyadi akan Pilih Shadiq Atau Ali Mukhni ?

Dibaca : 475

                 Oleh : Febby Dt Bangso                   Direktur FDB Institute

Pemerintah bersama Komisi II DPR RI dan KPU sepakat untuk melaksanakan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.

Sebelumnya, Pilkada serentak rencananya dilaksanakan September 2020, namun karena wabah virus corona, pemerintah DPR dan KPU
membuat keputusan Pilkada 2020 diundur.

Diundurnya Pilkada serentak pada Desember 2020 ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020. Perppu ini mengatur penundaan pemungutan suara Pilkada 2020 dari September menjadi Desember atau bisa lebih lama lagi tergantung situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Bacalon Kepala Deerah , Pilgub dan wagub yg agak dingin pada masa pendemi , dua hari belakangan ini sudah mulai menggeliat , ditambah lagi pemberitan sekda agam dipanggil polda dugaan UU ITE , apakah terhenti sampai sekda atau berlanjut sampai dengan orang nomor 1 di Agam, masuk unsur pidana atau lainnya masih dalam proses bisa saja ada kejutan kejutan lain menjelang pendaftaran berakhir di KPU Sumatera Barat

Ketua Perempuan Bangsa , Yasnida Samsudin dalam release nya menyampaikan kepada pimpinan parpol bahwa tidak boleh menafsihkan ruang politik kaum bundo kanduang, bisa saja PKB mendukung Edriana dipasangkan dengan Nasrul Abit Dt Malintang Panai , semuanya masih ada kemungkinan dan peluang. Sebelum janur kuning melengkung, sebelum pendaftaran di KPU ditutup, sebelum pimpinan parpol menandatangani berkas di KPU, tak ada yang tak mungkin.

Lalu yang menarik adalah perebutan kursi siapa yang akan mendampingi cagub Ir H. Mulyadi, apakah Ali Mukhni atau Shadique Pasadiqoe

Ali Mukni berpeluang karena masih menjabat ketua DPD PAN Sumbar, apakah setelah muswil PAN ini dukungan Partai Masih sama atau berubah bisa saja terjadi. Ali Mukhni Pernah Menjadi Wakil Bupatinya Muslim Kasim dan 2 Periode Menjabat Bupati Padang Pariaman, tapi dengan hadirnya walikota pariaman Genius Umar bisa saja suara pariaman ini terbelah.

Bagaimana dengan peluang Shadique , FDB institute menilai, Chemistry Mulyadi – Shadique ini sudah ada 5 tahun yang lalu di singapore, pada last minute menjelang KPU dan pertimbangan politik tidak jadi maju, tapi kemungkinan kali ini sangat berpeluang besar dipasangkan dengan Mulyadi. Mulyadi ingin suara total di Tanah Datar, tentu saja Mulyadi berharap Betty, istri pak Shadique urung maju dipilkada di tanah datar karena akan memecah belah suara dukungan Mulyadi – Shadique di Dapil Sumbar Satu dan Khususnya Tanah Datar.

Mulyadi Pilih Shadique atau Ali Mukni tentu Parpol Pendukung Koalisi Demokrat Juga Harus di kompromikan sebab berkaca pada pilkada Sumbar, ada paslon yg ketinggalan kereta saat pendaftaran atau tidak didaftarkan parpol nya.

Kemungkinan ada poros baru , untuk paslon ke 5 tetap ada apabila antara Ali Mukni dan Shadique satu diantaranya tidak jadi berpasangan dengan Mulyadi

Bisa saja dengan bupati solok atau walikota solok

Sumatera Barat , menuju New Normal ditengah pendemi sudah mulai panas.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top