Pasaman, Prokabar — Hutan Pasaman ternyata terancam terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Potensi ini memungkinan lantaran akumulasi dari berbagai persoalan yang muncul secara alami ataupun karena kesengajaan manusia.
Seperti kondisi alam yang memicu terjadinya kebakaran, seperti musim kemarau. Ini tidak dapat diubah. Namun, fenomena ini merupakan kejadian berulang yang waktunya pun sudah dapat diprediksi. Untuk itu, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat melakukan sosialisasi antisipasi sebelum titik panas ini muncul kepada masyarakat sekitar hutan rawan Karlahutla, di Aula Kantor Camat Rao Selatan, Jum’at (5/7).
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Narat, Yozawardi mengatakan, kejadian Karhutla salah satunya menyebabkan timbul asap dan dapat merusak ekosistem lingkungan dan mengganggu kesehatan. Tidak itu saja, Karhutla juga akan membuat banyak hewan dan tumbuhan mati sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu. Sisi negatif yang lainnya adalah terjadi banjir karena pepohonan yang tidak bisa lagi menyerap air.
“Pencegahan Karhutla dapat dilakukan dengan pembuatan sekat kanal dan embung di areal konsesi, patroli secara periodik dan berkesinambungan, sosialisasi, papan larangan membakar, dan kegiatan lain yang sifatnya pencegahan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Selain itu, juga dapat dilakukan deteksi dini hot spot melalui website sipongi. Inilah gunaya sosialisasi ini,” kata Yozawardi.
Mantan Kadishut Pasaman itu menambahkan, bila sudah dicegah, namun terjadi, langkah strategis penanganan Kalhutla adalah, koordinasi, sinkronisasi dan fasilitasi hubungan kerjasama antar dinas arau instansi kabupaten kota yang membidangi penanggulangan Karhutla.
“Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat menjadi paham akan adanya larangan membakar dan bisa menerapkannya didalam kehidupan sehari hari karena jelas ada sanksi hukumnya bagi warga yang melakukan pembakaran. Kepada seluruh camat, walinagari agar membuat edaran yang isinya himbauan pada musim kemarau tidak boleh membakar lahan apapun alasannya,” tukas Yozawardi. (Ola)
















