Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Mulai Besok, Warga Pariaman Sudah Bisa Gelar Hajatan Kembali

Dibaca : 111

Pariaman, Prokabar — Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, kembali mengizinkan warganya menyelenggarakan hajatan dan kegiatan sosial budaya lainnya terhitung mulai 10 Oktober 2020.

“Kami membuat protap melalui Instruksi Wali Kota nomor 3311/158 tahun 2020 untuk pelaksanaan sosial budaya di Pariaman, namun setiap pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan,” kata Pelaksana Tugas Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, dilansir Prokabar dari MC Pariaman, Jumat (9/10).

Ia mengatakan, kegiatan sosial budaya yang dimaksud yaitu mulai dari seni budaya, upacara adat, pernikahan, pesta pernikahan, pemakaman, dan takziah serta kegiatan lainnya yang mendatangkan banyak orang.

Namun untuk kegiatan seni budaya, upacara adat, dan pesta pernikahan dapat dilaksanakan setelah mendapatkan izin keramaian dari kepolisian berdasarkan rekomendasi dari Satuan Tugas COVID-19 Kota Pariaman yang pengurusan izinnya selambat-lambatnya empat hari sebelum hari pelaksanaan.

Ia menjelaskan, protokol kesehatan tersebut mulai dari penyemprotan disinfektan sebelum kegiatan, menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak dan memasang imbauan menjaga jarak, waktu pelaksanaan hingga pukul 18.00 WIB dan melibatkan perangkat desa.

Kegiatan tersebut, lanjut dia, hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau, kuning, dan orange sedangkan penyelenggaran kegiatan di zona merah dilarang. Bagi pihak yang menyelenggarakan kegiatan tanpa mengikuti aturan tersebut maka akan mendapatkan sanksi berupa pembubaran kegiatan dan denda administrasi Rp500 ribu.

Ia menyampaikan bahwa, instruksi tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 48 tahun 2020 serta Peraturan Daerah Sumbar nomor 06 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Ia mengimbau warga untuk menaati aturan tersebut agar kegiatan tetap bisa dilaksanakan dan penyebaran COVID-19 di daerah itu dapat ditekan.

“Semua yang diterapkan ini mewujudkan keinginan warga yang meminta kegiatan tidak terhalang karena COVID-19. Namun kami menekankan agar kegiatan tersebut disesuaikan dengan protokol COVID-19,” tambah dia.

Sebelumnya Pemkot Pariaman menerbitkan Perwako Nomor 43 tahun 2020 yaitu tentang Perubahan Kedua Atas Perwako Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19.

Perwako tersebut berisi sanksi bagi orang dan pengusaha yang melanggar protokol kesehatan COVID-19 serta pelarangan pelaksanaan pesta pernikahan mulai dari 16 September 2020. Pelarangan pesta pernikahan tersebut bersifat sementara atau hingga suasana kondusif kembali. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top